long jump icon

SHANGHAI – People’s Bank of China (PBoC) atau bank sentral Tiongkok, pada Senin (30/5), menetapkan nilai tukar yuan pada level terendah dalam lebih lima tahun terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini dilihat sebagai pola menjelang kenaikan suku bunga acuan di AS.

Data dari China Foreign Exchange Trade System menunjukkan, PBoC menetapkan renminbi pada level 6,5784 per US$ 1,0 atau turun 0,45% dari level fix pada Jumat pecan lalu. Level baru itu merupakan level terendah sejak Februari 2011.

Otoritas Tiongkok membolehkan nilai tukar yuan naik atau turun 2% di kedua rentang dari level fix harian. Tujuannya untuk mengontrol pergerakan nilai tukar tersebut.

“Yuan secara bertahap akan terdepresiasi. Pendorong utama penurunan ini adalah antisipasi penguatan dolar AS karena ekspektasi The Fed akan menaikkan suku bunga acuan,” ujar Song Yu, ekonom Tiongkok untuk Goldman Sachs-Gao Hua Securities kepada Bloomberg News.

Gubernur The Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral AS Janet Yellen pada Jumat (27/5) mengindikasikan fed funds rate (FFR) bisa segera dinaikkan. Berbicara di Harvard University, ia mengatakan suku bunga acuan AS kemungkinan akan disesuaikan dalam beberapa bulan ke depan, jika data-data ekonomi terus menguat.

Tiongkok mengguncang pasar finansial dunia saat secara mengejutkan mendevaluasi yuan pada Agustus tahun lalu. Saat itu, yuan yang normalnya stabil diturunkan hampir 5% hanya dalam satu pekan. Menurut SWIFT atau penyedia jasa messaging finansial global, ada tanda-tanda orang kurang berminat memegang mata uang Tiongkok. Karena pada April 2016, yuan turun ke posisi enam dari sebelumnya lima sebagai mata uang pembayaran global.

Bank sentral Tiongkok pada Jumat pekan lalu membantah laporan bahwa pihaknya tidak lagi membiarkan yuan ke level yang lebih berorientasi pasar. PBoC juga menepis laporan bahwa otoritas finansial menekan AS untuk membuka kapan waktu potensial untuk menaikkan FFR.

“People’s Bank of China selalu mematuhi reformasi berorientasi pasar. Yuan akan tetap dalam level stabil,” kata PBoC. (afp/sn)

http://id.beritasatu.com/international/yuan-fix-di-level-terendah-dalam-5-tahun/144557
Sumber : INVESTOR DAILY

monetarySMALL

kontan BEIJING. Bank sentral China kembali memperlemah nilai tukar harian yuan pada hari ini. Tidak tanggung-tanggung, pelemahan yuan ini merupakan yang terbesar sejak Januari lalu. Alhasil, nilai tukar yuan di pasar offshore melemah tajam.

Sekadar informasi, hari ini, People’s Bank of China (PBOC) memangkas nilai tukar yuan sebesar 0,26% menjadi 6,5079 per dollar AS.

Pada pukul 09.25 waktu Hong Kong, posisi yuan di Hong Kong semakin melemah sebesar 0,14% menjadi 6,5033. Di sisi lain, dollar AS juga menguat. Kemarin, dollar perkasa 0,4%. Ini merupakan penguatan terbesar sejak 26 Februari lalu.

Menurut Gubernur PBOC hou xiaochuan pada Sabtu (12/3) lalu, saat ini mata uang China sudah kembali ke posisi normal, rasional, dan memiliki tren yang didorong oleh faktor fundamental. “China tidak membutuhkan kebijakan nilai tukar mata uang untuk mendongkrak perdagangan,” imbuhnya.

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0032

Beijing – Tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan, menguat 72 basis poin menjadi 6,5041 terhadap dolar AS pada Selasa (08/03/2016). Demikian menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan. Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2279494/yuan-china-menguat-72-poin-terhadap-dolar-as
Sumber : INILAH.COM

rose KECIL

time.com: The ratings agency cites “Uncertainty about the authorities’ capacity to implement reforms”

The credit ratings agency Moody’s has declared that the outlook for China’s credit rating is “negative” amid growing concerns about the Chinese government’s ability to manage a slowdown of growth.

In a note Wednesday, Moody’s Investors Service said it would keep its ratings of both long-term and short-term Chinese government debt at Aa3, meaning a very low credit risk. But the outlook for the ratings had moved from “stable” to “negative” Moody’s said, blaming rising government debt and liabilities.

It said the revision was also down to “Uncertainty about the authorities’ capacity to implement reforms — given the scale of reform challenges — to address imbalances in the economy.”

China’s economy is now growing at its lowest rate for 25 years as the country’s manufacturing sector and demand for commodities slow. The government insists that it is undergoing a managed transition to a services-led economy, but the Moody’s announcement will increase the pressure on China’s leaders to push forward with reforms at the annual National People’s Congress, which begins on Saturday in Beijing.