Skip to content

I heart you: recovery (65) : 030911

September 3, 2011

Krisis AS Bisa Ciptakan ‘Bubble’ di Pasar Modal

Oleh: Sandiyu Nuryono
Pasar Modal – Sabtu, 3 September 2011 | 11:23 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Tanda-tanda perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS) tampaknya masih belum terlihat.

Menurut Pengamat Ekonomi Aviliani, perekonomian AS baru bisa pulih 4 tahun mendatang. Namun, di balik buruknya kondisi perekonomian AS, ada dampak positif dan negatif yang bisa dimanfaatkan sekaligus diwaspadai oleh Indonesia agar perekonomian tidak terbawa resesi. “Bisa menjadi positif kalau kita manfaatkan ini untuk segera membangun infrastruktur. Terus kita gunakan untuk membangun perekonomian dengan lebih cepat karena dana-dana dari luar justru masuk ke Indonesia,” ujarnya ketika berbincang dengan INILAH.COM melalui sambungan telepon, Sabtu (3/9).

Dijelaskan Aviliani, jika kondisi memburuknya ekonomi AS tidak dimanfaatkan dengan baik maka dapat menimbulkan bubble di pasar modal Indonesia. “Kalau dana-dana itu tidak kita manfaatkan dengan optimal maka malah justru back fire karena nanti masuknya ke pasar modal aja. Nah, kalau masuknya ke pasar modal jadi yang namanya bubble ekonomi,” terangnya.

“Kalau menjadi bubble ekonomi, uangnya itu masuk ke pasar modal saja tidak menciptakan lapangan kerja. Tidak bisa membuat perbaikan ekonomi. Kalau di pasar modal saja akibatnya, saham-saham naik tapi tidak diikuti sektor riil dan ekspansi dari ekonomi,” tukasnya.

Senada dengan Aviliani, Pengamat Ekonomi UGM Tony Prasentiantono mengatakan Quantitative Easing jilid 3 yang bakal ditempuh AS bisa menyebabkan aliran modal masuk ke Indonesia makin deras. “Ini juga harus diwaspadai karena jika berlebihan maka akan terjadi bubble di sektor finansial. Harga saham akan membumbung jauh melebihi fundamentalnya. Ini berbahaya karena jika terjadi koreksi, koreksinya bisa drastis dan menyakitkan,” tuturnya.

Untuk mengantisipasinya, Tony menyarankan Pemerintah dan BI harus memastikan tidak boleh terjadi capital inflow yang berlebihan. “Selain itu, pemerintah dan BI memastikan Rupiah tidak over valuated dan IHSG jangan sampai mengalami bubble,” tegasnya. [cms]

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: