Skip to content

I heart you: amrik PASCA stimulus (3) … 270611

June 26, 2011

Krisis AS Tidak Terlalu Berdampak ke Indonesia

Oleh: Akbar Junisa Surya
Ekonomi – Minggu, 26 Juni 2011 | 14:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta- Krisis ekonomi yang dialami oleh Amerika Serikat saat ini bukanlah krisis tahap baru yang menimpa negara adidaya tersebut, tetapi gejolak ekonomi yang terjadi selama proses recovery krisis yang terjadi tahun 2008 lalu.

“Saya rasa walaupun AS krisis tetapi sudah dalam kondisi lebih baik dibanding 2008 lalu, kalaupun sekarang terjadi krisis lagi itu karena dalam proses recovery pasti akan ada goncangan lain,” ujar Pengamat Inter CAFE, Iman Sugema, kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (26/6).

Dia juga tidak menampik kalau dampak krisis yang terjadi d negara adi kuasa terebut akan berdampak ke negara-negara lain, namun dia menegaskan seharusnya pelaku pasar sudah menyadari hal tersebut dan lebih mengantisipasi segala kemungkinan atas dampak krisis ekonomi AS tersebut. “Karena kedepannya akan terjadi terus, tapi tentu tidak separah ditahun 2008 lalu. Jangan asumsikan ini adalah krisis baru, jadi pelaku pasar seharusnya sudah siap dengan kondisi ini,” jelasnya.

Menurutnya krisis ekonomi yang terjadi di AS sekarang merupakan dampak dari besarnya anggaran belanja yang dikeluarkan oleh pemerintah negara tersebut. Lebih jauh juga dia menjelaskan besarnya anggaran belanja yang dikeluarkan oleh AS memang sedianya untuk mengatasi permasalahan yang ada di negara tersebut. “Untuk kurangi pengangguran misalnya, mereka (pemerintah AS) kan harus keluarkan dana anggaran yang lebih besar lagi, nah ini yang akhirnya membuat anggaran mereka membengkak,” tuturnya.

Mengenai dampak krisis ekonomi AS terhadap Indonesia ke depannya, menurut dia, Indonesia tidak perlu terlalu mengkhawatirkan .”Memang akan ada dampaknya, tetapi tidak terlalu besar. Yang perlu dilakukan sekarang adalah bagaimana pasar dan industri Indonesia mempersiapkan diri untuk lebih memperkuat diri, karena sektor industri pun belum tentu terkena dampaknya,” ujarnya.

Selain itu, krisis yang terjadi di Yunani dan Portugal, menurut Iman krisis yang menimpa dua negara terebut juga bukanlah krisis baru. “Krisis mereka juga merupakan krisis lanjutan yang terjadi waktu 2008 lalu,” jelasnya.

Mengenai krisis Yunani yang sudah semakin parah, bahkan diasumsikan tinggal menunggu bailout, dia berpandangan khusus untuk Yunani seharusnya diberi keringanan seperti penghapusan utang. “Yunani itu juga sama penyebabnya karena anggaran yang terlalu besar, tetapi dia (Yunani) kan negara kecil, saya pikir sulit untuk mereka melunasi hutangnya,” tambahnya.

Iman berpandangan penghapusan hutang Yunani merupakan jalan satu-satunya yang harus diberikan kepada negara tersebut guna menyelesaikan krisis yang menimpanya. “Setidaknya 40% lah hutangnya dihapuskan, agar lebih sustainable dan mereka bisa melunasi sisanya,” tukasnya. [aks/mel]

Advertisements

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: