Skip to content

ya sudah lah: PRO ONE NEW GLOBAL CURRENCY, now (2) :230211

February 20, 2011

Bernanke: Pemangkasan Anggaran Mengancam Pemulihan
Jumat, 11 Februari 2011 | 10:06

WASHINGTON – Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) tidak setuju kalau anggaran dipangkas besarbesaran. Ia menilai pemulihan ekonomi AS belum kuat sehingga masih membutuhkan sokongan luar biasa dari bank sentral.

Ia juga mengingatkan, AS membutuhkan rencana jangka panjang guna mengatasi defisit anggaran. Pemangkasan anggaran besar-besaran, tandas Bernanke, bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi sebab pasar lapangan bekerja baru saja pulih.

“Ongkos pemulihannya akan jauh lebih besar dibandingkan manfaat yang didapat dari disiplin fiskal. Saya pikir kita harus berpandangan jauh ke depan,” ujar Bernanke di hadapan Komite Anggaran DPR AS di Washington, Rabu (8/2).

Namun Bernanke tidak banyak menjelaskan apakah The Fed tetap akan menjalankan program pembelian obligasi pemerintah US$ 600 miliar setelah tenggat Juni 2011 atau sebaliknya. Program itu diluncurkan pada November 2010 dengan maksud meredam biaya pinjaman dan menyokong pemulihan ekonomi.

Bernanke mengatakan, ada alas an untuk optimistis setelah angka pengangguran turun menjadi 9% pada Januari 2011 dari 9,8% pada November 2010. Tapi ia menekankan bahwa penyerapan tenaga kerja masih sedikit, yakni hanya satu juta orang dari lebih delapan juta pengangguran baru akibat resesi ekonomi 2008.

“Penyerapan ini belum cukup untuk mengurangi jumlah pengangguran tersisa. Sampai lapangan kerja tercipta lebih banyak, kami belum bisa menilai pemulihan benarbenar terjadi,” tandas Bernanke.

Menyangkut upaya untuk mengatasi defisit anggaran yang tahun ini diprediksi mencapai rekor US$ 1,5 triliun, Bernanke mengatakan, ia mendukung pemangkasan pajak seperti diusulkan kubu Republik dan anggaran jangan dipangkas secara radikal seperti diinginkan kubu Demokrat. (rtr/sn)
Amerika Akan Segera Bangkrut?

Oleh: Vina Ramitha
Ekonomi – Senin, 21 Februari 2011 | 05:00 WIB

INILAH.COM, Washington – Amerika Serikat (AS) sedang tercekik parah. Defisit anggaran negara melambung dan mereka kesulitan membayar utang. Apakah perekonomian terbesar dunia ini diambang kebangkrutan?

“Kekuatan dolar Amerika sebagai mata uang dunia sedang dipertaruhkan. Negara ini berjuang keras membayar utang-utangnya. Ada ancaman kegagalan, dan ini akan menjadi lembar sejarah baru kita,” papar Senator Dick Durbin dari Partai Demokrat.

Seperti sebagian besar negara di dunia, Amerika mengumpulkan kas negara dari pajak dan berbagai macam pinjaman. Hingga kini, utang AS sudah mencapai batas rekor tertinggi di level US$14,3 triliun.

Dampak defisit anggaran akibat utang pun luar biasa besar. Kementerian Keuangan AS bisa tak memiliki dana untuk membayar gaji, pensiun dan misi-misi Amerika di seluruh penjuru dunia. Dolar pun kehilangan muka sebagai salah satu mata uang terpercaya. Posisi Amerika sebagai perekonomian dunia juga bakal sulit dipertahankan.

Kini, Washington membutuhkan dana yang harus tersedia dalam hitungan pekan untuk membayar utang-utangnya di luar negeri, termasuk ke China. Hal ini menimbulkan wacana untuk menaikkan batas total utang.

Namun, beberapa anggota oposisi dari Partai Republik sudah menyatakan takkan memberi suara bagi wacana ini. Sebab, Amerika harus mengurangi utang dengan menurunkan pengeluaran, bukan malah menambahnya.

Hal ini diungkapkan Senator Pat Toomey, yang berpendapat Kongres (DPR) AS tidak bertanggung jawab jika sepakat untuk menaikkan batas utang. “Sungguh kekanak-kanakan, jika kita menaikkan batasan utang dan melanjutkan bisnis seperti biasanya. Sangat tidak bertanggung jawab,” katanya.

Sementara parlemen AS tengah mendiskusikan kemungkinan memangkas US$61,5 miliar dari APBN yang berlaku saat ini. Pemotongan sudah dilakukan sana-sini, untuk menyeimbangkan anggaran demi kebijakan-kebijakan baru Obama seperti Reformasi Kesehatan.

Ketua Kongres AS John Boehner menyatakan, tak ada jalan selain melakukan pemotongan pada RAPBN yang diajukan Obama. “Jika kami berkata akan memangkas anggaran belanja, lihat bibir saya, maka kami akan memotongnya,” papar Boehner yang semula mengajukan pemotongan RAPBN hingga US$32 miliar.

Demokrat berencana mengecilkan defisit yang per tahun ini diprediksikan mencapai US$1,65 triliun atau sekitar 10,9% dari PDB Amerika. Obama sebenarnya memiliki beberapa rencana untuk mengurangi belanja negara. Namun sayang, Amerika sudah terdesak karena pemulihan ekonomi ternyata berjalan lambat.

Pemerintahan dari Tokyo hingga Toronto, dengan berbagai macam bentuk dan kapasitas, berjuang keras mengatur anggaran negara. Tak terkecuali AS, melalui pengumuman Presiden Barack Obama mengenai anggaran multi triliunan.

Meskipun Washington harus segera memutuskan anggaran negara paling lambat 4 Maret, parlemen tampaknya bisa berdebat berbulan-bulan, sebelum akhirnya RAPBN 2012 ini diratifikasi. [ast]

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: