Skip to content

ya sudah lah: T10N6K0k #1 1/2 … 160211

February 15, 2011

Mahkota Ekonomi AS Terancam Digaet China

Oleh:
Ekonomi – Selasa, 15 Februari 2011 | 09:00 WIB

INILAH.COM, Tokyo – China secara resmi telah merebut posisi Jepang sebagai negara terbesar kedua dunia. Amerika pun merasa was-was, karena mahkotanya terancam hilang.

Awal pekan ini, Jepang mengkonfirmasi bahwa ekonomi China talah melampaui posisinya sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua dunia pada 2010. Sembari menambahkan bahwa penurunan di akhir tahun itu merupakan kontraksi kuartal pertama lebih dari satu tahun.

Ekonomi Jepang tumbuh 3,9% pada tahun kalender, pertumbuhan tahunan pertamanya dalam tiga tahun. Namun, hal ini tidak cukup menahan gelombang China yang mencatat angka 10,3%. produk domestik bruto (PDB) nominal Jepang 2010 mencapai US$5,47 triliun, lebih kecil dari China yang mencapai US$ 5,87 triliun.

Hal ini karena pada kuartal keempat, PDB Jepang, ukuran dari nilai semua barang dan jasa yang dihasilkan di dalam negeri, menyusut pada tingkat tahunan 1,1%, pembalikan tajam dari ekspansi 3,3% yang direvisi pada kuartal sebelumnya.

Sebenarnya China tahun lalu sempat disebut berhasil merebut posisi Jepang sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua dunia setelah Amerika Serikat, komposisi yang bertahan sejak 1968. Namun data tahunan Jepang mengkonfirmasikan hal itu tidak tersedia hingga kemarin.

Pergeseran bersejarah tersebut menggarisbawahi perubahan mencolok dalam kekayaan kedua negara. China berkembang pesat dan menjadi penggerak perekonomian global, sedangkan Jepang tidak pernah sepenuhnya bangkit dari stagnasi, menyusul ledakan gelembung properti.

Pada 1980-an, pertumbuhan ekonomi Jepang memprovokasi kekaguman dan ketakutan, hal yang terjadi pada China saat ini. Namun, laju pertumbuhan Jepang mengalami kemerosotan, sejak harga real estat jatuh, mengarah ke dekade yang hilang pada 1990-an.

Bagaimanapun, kebangkitan China telah lama menjadi kritik bagi mesin ekonomi Jepang, yang kemudian berjuang mengatasi deflasi, usia populasi yang menua dan membubungnya utang publik.

China saat ini menjadi mitra dagang Jepang terbesar dan sumber signifikan pertumbuhan perusahaan Jepang seperti Toyota Motor Corp. Namun, China sebenarnya tetap jauh lebih miskin, dengan PDB per orang sekitar seperlima dari Jepang. Hal ini memperhitungkan perbedaan daya beli di setiap negara.

Bagaimanapun, ada indikasi lonjakan pendapatan. Lihat saja tahun lalu, dimana 1,41 juta wisatawan China mengunjungi Jepang dan memamerkan kekayaan baru mereka dengan membeli barang-barang merek Jepang, dari kamera Canon digital hingga kosmetik Shiseido. Pertumbuhan China tercermin dari posisinya sebagai pasar mobil dan konsumen energi terbesar dunia.

Para ahli mengatakan hal itu bisa menyalip AS sebagai negara perekonomian terbesar dunia antara 2020 dan 2030 mendatang, terutama jika tingkat pertumbuhan saat ini terus berkelanjutan.

Kepala Ekonom Bank Investasi Goldman Sachs Jim O’Neill sebelumnya memperkirakan bahwa China akan mengambil alih posisi AS sebagai negara berperekonomian terbesar dunia pada 2027, lebih cepat 14 tahun dibanding ramalan sebelumnya yakni 2041, yang dibuat pada 2003.

O Neill memberikan sebutan BRIC untuk Brasil, Rusia, India, dan China sebagai negara yang pasarnya baru tumbuh. Empat negara itu juga dinilai sebagai salah satu grup yang mendapat perhatian khusus dalam kebijakan ekonomi global.

Sedangkan Kepala Ekonomi Makro PriceWaterhouseCoopers (PWC) John Hawksworth menekankan adanya perubahan seismic dalam kekuatan ekonomi global. ”Proyek ini mengindikasikan bahwa China akan menjadi yang negara dengan perekonomian terbesar dunia paling cepat pada 2020 dan mengalahkan AS di 2030,” katanya.

Sebagai perbandingan, saat ini 10 besar ekonomi dunia diduduki oleh AS, Jepang, China, Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Rusia, Spanyol, dan Brasil. Pertumbuhan ekonomi India juga harus diperhitungkan, karena bisa meningkat lebih cepat dari China setelah 2020. Hal ini didukung populasi penduduk berusia muda yang lebih banyak dibanding negeri Tirai Bambu ini.

Keunggulan China dan India juga mempertimbangkan kontribusi PDB kedua negara yang meningkat signifikan dibanding AS dan Uni Eropa.Tahun ini proporsi PDB AS diprediksi sebesar 20%,Uni Eropa 21%, China 13%, dan India 5%. Namun, pada 2030 akan terjadi perubahan proporsi PDB dunia, di mana AS hanya akan berkontribusi 16%,Uni Eropa 15%,China 19%,dan India 9%. [mdr]

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: