Skip to content

ya sudah lah: ekon indon ekon G(L)O(m)BAL… 230111

January 23, 2011

3 Tantangan Perekonomian Versi Gubernur BI
Sabtu, 22 Januari 2011 – 14:21 wib
Yuni Astutik – Okezone

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menjelaskan ada tiga risiko yang dihadapi pada 2010 lalu, dan diperkirakan akan tetap menjadi tantangan perekonomian Indonesia ke depan.

Pertama adalah risiko terkait global economic imbalance. “Dua tahun paska krisis, ekonomi global berjalan dalam dua laju kecepatan yang berbeda (two speed recovery). Laju kecepatan pemulihan ekonomi negara emerging market jauh melampaui negar maju. Untuk memastikan durabilitas pemulihan para pemangku kebijakan di negara maju bertahan dengan kebijakan akomodatif,” ungkap Darmin di Jakarta, Jumat (21/1/2011) malam.

Kedua, risiko terkait lalu lintas modal global dan sengketa mata uang (currency war). Perbedaan siklus ekonomi dan kebijakan antara negara maju dan emerging market menimbulkan dampak kurang menguntungkan ke negara emerging market.

“Hal itu terlihat dari derasnya aliran modal ke emerging market termasuk Indonesia. Tekanan apresiasi, risiko penggelembungan aset, dan kerentanan terkait capital reversal seluruhnya menyertai derasnya arus modal tersebut. Ini tentunya menimbulkan komplikasi pengelolaan kebijakan makro di negara emerging market, termasuk di Indonesia,” tandasnya.

Yang terakhir adalah risiko terkait permintaan domestik dan tekanan inflasi. Krisis global 2008-2009 menyebabkan perdagangan baik inter maupun intra-regional merosot. Dimana ini memotivasi banyak negara mengedepankan strategi mendorong permintaan domestik (domestic driven).

Namun, dalam konteks Indonesia, semata-mata bersandar pada permintaan domestik mengandung dua implikasi yang perlu dicermati. Yaitu kondisi tersebut dapat memicu inflasi, karena sisi penawaran kurang fleksibel dalam merespon akselerasi sisi permintaan dan yang kedua adalah ini juga menyebabkan impor tumbuh lebih cepat, mengingat kandungan impor dalam ekonomi kita masih tinggi.

“Sehingga dampaknya surplus neraca transaksi berjalan menurun atau bahkan berbalik defisit. Mengingat pangsa modal jangka pendek dalam komposisi arus modal masuk masih besar, risiko pembalikan neraca transaksi berjalan menjadi defisit secara cepat perlu diwaspadai,” tandasnya.(wdi)

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: