Skip to content

ya sudah lah: REM buatan china dan jepun … 301210

December 30, 2010

Manufaktur China & Jepang Goyang Pasar
Headline

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Kamis, 30 Desember 2010 | 19:05 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Meski terbatas, IHSG sukses di teritori positif yang disusul penguatan rupiah. Sentimen dari obligasi AS, data manufaktur China dan Jepang turut menggoyang laju pasar.

Zulfirman Basir, periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures mengatakan, indeks saham memang hanya menguat terbatas akibat koreksi tajam bursa Nikkei. Tapi, rupiah berhasil menguat di hari terakhir perdagangan tahun ini.

Hal ini, menurutnya, dipicu sentimen pemulihan euro. Sebab, lelang obligasi AS laku keras dan harganya naik tajam sehingga yield-nya kembali turun. Karena itu, dolar AS tidak lagi menarik di mata investor.

“Sepanjang perdagangan rupiah sempat menguat ke level 8.970 dan 9.000 sebagai level terlemahnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (30/12). Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (30/12) ditutup menguat 10 poin (0,11%) jadi 8.990/9.000 per dolar AS dari posisi kemarin 9.000/9.003.

Di sisi lain, penguatan rupiah juga mendapat dukungan dari data manufaktur China dan Jepang. Menurutnya, memang data manufaktur China angkanya turun ke level 54,4 dari sebelumnya 55,3. “Tapi, dalam komponen inflasi dari data manufaktur itu justru melemahkan potensi inflasi China,” imbuhnya.

Karena itu, Firman menegaskan, sentimennya menjadi positif bagi yuan dan menekan dolar AS. Pada saat yang sama, salah satu petinggi Badan Pusat Statistik (BPS) China menyatakan dukungannya terhadap penguatan yuan secara bertahap terhadap dolar AS.

Sementara itu, data manufaktur Jepang menunjukkan angka yang positif ke level 48,3 dari sebelumnya 47,3. “Ini menunjukan berlanjutnya pertumbuhan ekonomi di kedua negara tersebut,” tandas Firman.

Akibatnya, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro). “Terhadap euro, dolar AS ditutup melemah ke level US$1,3240 dari sebelumnya US$1,3221 per euro,” imbuh Firman.

Janson Nasrial, pengamat pasar modal dari AmCapital Indonesia mengatakan, penguatan indeks saham hari ini dipicu psikologis pasar di akhir tahun. Tapi perdagangan akhir tahun ini, tertahan di level 3.700-an karena tipisnya volume transaksi dan faktor jelang libur tahun baru.

Menurutnya, setelah libur akhir tahun ini, peluang penguatan IHSG masih besar. Aliran dana asing justru kian deras menuju emerging market. Situasi krisis kredit Eropa yang masih buruk tahun depan, akan menyulitkan upaya financing di kawasan itu. “Sebab, jumlah utang yang jatuh tempo di 2011 bertambah besar,” ujarnya.

Apalagi, pertumbuhan ekonomi Eropa masih di kisaran 1-2%. Menurutnya, investor tidak punya pilihan selain menempatkan dana di pasar saham emerging market termasuk Indonesia.

Di sisi lain, Janson menuturkan, kenaikan indeks ini akan menyebabkan tekanan inflasi yang mendorong BI untuk menaikkan suku bunga hingga 75 basis poin dan membiarkan nilai tukar rupiah menguat. Sebab, bank sentral di sejumlah negara Asia juga akan menempuh cara seperti yang dilakukan China. Penguatan nilai tukar Asia ini membuat permintaan komoditas meningkat. [mdr]

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: