Skip to content

ya sudah lah: analisis sederhana gw … 261210

December 26, 2010

… akar masalah ekonomi global adalah KETIDAKSEIMBANGAN ekonomi global
… di satu sisi, UANG INVESTOR GLOBAL YANG DIINVESTASIKAN dan IDLED terlalu banyak, diperkirakan sekira $600 T
… di sisi lain, EKONOMI RIIL GLOBAL CUMA DIKENDALIKAN OLEH MODAL KERJA $50 T
… di satu sisi, TINGKAT PERTUMBUHAN EKONOMI ASIA dan EMERGING MARKETS di atas 4% p.a.
… di sisi lain, TINGKAT PERTUMBUHAN EKONOMI EURO MASEH RENTAN, yaitu sekira 0-1%, amrik pun di bawah 3%, oecd di bawah 2%
… dua ketidakseimbangan di atas membuat KEGELISAHAN ALIRAN MODAL
… setiap aliran modal PASTI BERDAMPAK pada ekonomi riil global
… jika aliran modal MASUK KE EMERGING MARKETS MELEBIHI YANG TINGGAL DI EKONOMI AMRIK dan EURO, maka jelas tingkat nilai tukar mata uang amrik dan euro MELEMAH TERHADAP mata uang emerging markets termasuk ASIA
… aliran dana berlebihan masuk ke sebuah negara atawa kawasan PASTI BERDAMPAK PADA INFLASI, yaitu kenaikan harga2 sebagai imported inflation … yaitu ketika DAYA BELI SEMU akibat NILAI TUKAR SEBUAH NEGARA MENGUAT terjadi, maka daya beli semu ini MENINGKATKAN PERMINTAAN IMPORTASI; import yang meningkat menimbulkan ketersediaan barang YANG BERLEBIHAN DI PASAR EMERGING MARKETS, tetapi TIDAK MENINGKATKAN PERMINTAAN; permintaan yang tidak meningkat disertai persediaan yang meningkat akan menimbulkan distorsi ekonomi makro sebuah negara, yaitu harga2 menurun menuju keseimbangan permintaan dan persediaan barang impor yang baru … di sisi laen, karena nilai tukar emerging markets yang meningkat, maka produk ekspor akan mengalami penurunan permintaan … daya beli semu yang melemah di negara2 tujuan ekspor emerging markets akan mengurangi permintaan impor … sebagai imbasnya bagi emerging markets, pemasukan modal juga menurun … seharusnya juga menimbulkan persoalan ketersediaan lapangan kerja dan peningkatan angka pengangguran … daya beli semu di emerging markets yang sempat naek karena nilai tukar yang menguat akan semakin melemah lage karena persoalan ketersediaan lapangan kerja dan peningkatan angka pengangguran …
… efek sementara aliran masuk dana pun akan melempen juga akhirnya … padahal suku bunga perbankan sudah sempat dinaekin pada saat permintaan barang impor meningkat di emerging markets … berbarengan gejala ekonomi riil yaitu penurunan daya beli publik dan tingginya suku bunga perbankan akan MENGHANTAM AKSELERASI dan KECEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI MAKRO emerging markets … itu BAHAYA YANG DICEMASKAN OLEH SEMUA NEGARA, terutama jika kebijakan suku bunga TERLAMBAT MENGANTISIPASI sebuah perubahan gejala ekonomi makro
… ketika sebuah negara didera tingkat suku bunga perbankan tinggi, daya beli publik menurun, angka pertumbuhan menurun, dan kecemasan publik meningkat, MAKA PEMODAL RAKSASA akan MENARIK DANANYA dari negara tersebut … itu berarti aliran dana masuk yang mengikuti gejala positif ekonomi makro, yaitu suku bunga perbankan relatif rendah, daya beli semu publik yang meningkat, angka pertumbuhan ekonomi naek, dan rendahnya kecemasan publik, MAKA ALIRAN UANG PANAS ITU BERBALIK ARAH, keluar meninggalkan penataan ekonomi makro yang tidak antisipatif dan koordinatif di emerging markets …
… tapi gw maseh punya KEYAKINAN bahwa aliran dana investor raksasa maseh akan betah TINGGAL di emerging markets karena terutama EKONOMI GLOBAL SUDAH SALING BERGANTUNG, sehingga ketidakseimbangan ekonomi global yang didera masalah besar ekonomi emerging markets pun akan dikoreksi SEMENTARA saja
… karena SULIT EKONOMI AMRIK dan EURO HIDUP SENDIRIAN, kawasan2 ini PUNYA KETERBATASAN SUMBER DAYA ALAM YANG SUNGGUH BESAR … sumber daya energi TERBESAR BERADA DI KAWASAN EMERGING MARKETS
… di jaman globalisasi ini, KAWASAN PADAT PERMINTAAN ADALAH KAWASAN EMERGING MARKETS … jadi suka tidak suka, mau tidak mau, dan benci atawa rindu, ketergantungan antar kawasan akan MAMPU MENGENDALIKAN dan MENGURANGI KETIDAKSEIMBANGAN EKONOMI GLOBAL melalui KOREKSI SESAAT, SEMENTARA, dan SISTEMATIS … semoga 🙂

Faisal Basri: “Imported Inflation” Dorong Kenaikan Harga Sembako
Selasa, 28 Agustus 2007 16:35 WIB | Ekonomi & Bisnis | | Dibaca 966 kali
Jakarta (ANTARA News) – Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan “imported inflation” atau inflasi yang berasal dari luar negeri ikut mendorong peningkatan harga kebutuhan pokok (sembako) di dalam negeri akibat ketergantungan impor yang masih tinggi.

“Sebagian besar kebutuhan masyarakat masih impor, dan saat nilai tukar rupiah sedang terpuruk seperti saat ini otomatis pengeluaran akan lebih besar,” katanya di sela-sela sebuah diskusi terbatas, di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan situasi seperti ini disebut dengan “imported inflation” atau inflasi yang berasal dari luar negeri dan dampaknya terasa di Indonesia akibat ketergantuan impor.

Namun, ia menilai tidak hanya akibat inflasi dari luar negeri yang menyebabkan kenaikan harga sembako. Kesalahan pemerintah melakukan tata kelola sembako juga menyebabkan kenaikan harga sembako sering berulang.

“Kenaikan harga barang pokok saat ini memang ada penyebabnya, yaitu bukan pemerintah dan ada yang murni pemerintah. Ini multi, cermin dari bermacam-macam permasalahan,” katanya.

Ia menuding ketidaktuntasan pemerintah untuk mengatasi flu burung menyebabkan penyakit tersebut semakin menyebar dan mendorong kenaikan harga ayam dan telur.

Hal lain yang dia kritisi adalah mengenai kebijakan menaikan pungutan ekspor (PE) minyak sawit mentah (CPO) dari 1,5 persen menjadi 6,5 persen.

Faisal menganggap kebijakan tersebut mandul. Menurut dia, kebijakan stabilisasi yang dikeluarkan harus lebih mengenai sasaran.

“Apa sih perhatian pemerintah dalam hal ini, rakyat miskin kan?. Jadi sudah dipaketkan saja minyak goreng dengan raskin,” katanya.

Dia mengatakan pemerintah harus segera berkaca pada pengalaman yang lalu mengenai kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut, sebelum kesabaran masyarakat melebihi batasnya.

Saat ditanya apa yang seharusnya pemerintah lakukan, dia hanya menjawab, seharusnya pemerintah sudah mengetahui apa yang harus dilakukan mengingat kejadian ini sudah berulang kali terjadi.

Dia juga mengatakan agar Presiden segera menunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengingat sudah bayak keluhan mengenai otonomi daerah. Dia berpendapat hal tersebut juga berpengaruh dengan ekonomi.(*)

What is imported inflation?
answer.com
Inflation in other countries(trading partners)=>Higher input price for goods =>reduce competitive pressure on import-competing domestic goods price of domestic goods may increases.

Alternative Way of looking at it:

Country A trades with Country B.

Currency B appreciates in relation to Currency A.

Therefore, from Country A’s point of view, it is more expensive to buy raw materials from Country B, but A will still buy raw materials because it is essential for production.

As a result, the cost of production for goods increases due to a rise in price of raw materials. Hence, this will cause an increase in the general price level of goods and services in Country A that uses raw materials imported from Country B. Therefore, imported inflation occurs.

Read more: http://wiki.answers.com/Q/What_is_imported_inflation#ixzz19Bi7G8Mo

Advertisements

From → Global neh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: