Skip to content

ya sudah lah: tumbuhnya perpecahan … 251110

November 25, 2010

The Fed: Perekonomian AS Melambat
Kamis, 25 November 2010 – 07:30 wib

WASHINGTON – Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) memperkirakan perekonomian pada 2010 dan 2011 lebih lambat dibanding proyeksi sebelumnya akibat tingginya pengangguran.

Proyeksi terbaru The Fed yang disampaikan Selasa (23/11) waktu Washington menggambarkan suramnya ekonomi AS di masa pemulihan. Pada pertemuan yang diikuti anggota petinggi The Fed,perekonomian AS diproyeksi hanya tumbuh 2,4-2,5 persen sepanjang tahun ini dan 3-3,6 persen pada 2011.

Pada proyeksi Juni lalu,The Fed meramalkan pertumbuhan AS tahun ini bisa mencapai 3-3,65 persen dan 3,5-4,2 persen pada 2011. The Fed juga menyatakan,tingkat pengangguran AS tahun ini tidak akan turun di bawah 9,5 persen dan 8,5 persen pada tahun berikutnya atau setara dengan 15 juta orang.Kondisi ini diperkirakan berpengaruh pada tingkat kepercayaan warga AS kepada pemerintahan Obama.

Pertemuan terbaru Fed berselang beberapa pekan setelah Komisi Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan penggelontoran dana sebesar USD600 miliar untuk membeli obligasi guna menggenjot perekonomian. “Melihat pemulihan yang berlangsung dalam beberapa bulan ini berjalan sederhana, mayoritas anggota panel The Fed menyepakati keputusan terkini untuk perekonomian,” demikian salah satu bunyi hasil pertemuan Fed.

“Beberapa partisipan beralasan, dana USD600 miliar untuk pembelian surat berharga hanya akan berdampak sedikit pada pemulihan,” kata komite. Sejak The Fed meluncurkan program pembelian aset pada November lalu, otoritas moneter AS itu berhadapan dengan tantangan paling berat dalam satu dekade.

Dari kalangan internal ,kebijakan pengucuran dana ratusan miliaran dolar AS itu bahkan mengundang kritik tajam seperti yang disampaikan pimpinan The Fed Kansas Thomas Hoenig. Pendapat Hoenig berseberangan dengan para pejabat The Fed lain karena menganggap dampak kebijakan November lalu hanya sedikit kepada perekonomian. Alhasil,pada voting tersebut suara Hoenig menjadi 1:10 dan terpaksa mengikuti pendapat mayoritas.

“Meski demikian, ada juga partisipan yang menyatakan bahwa kebijakan The Fed bisa memicu inflasi. Ini yang akan tidak mudah dihadapi para pejabat bank sentral,” kata The Fed. “Kebijakan tersebut juga bisa menjadikan nilai tukar dolar di luar negeri menurun,” tambah Fed.

Pernyataan The Fed seolah membenarkan pernyataan China dan beberapa negara lainnya yang menyebut AS telah dengan sengaja membuat kebijakan agar dolar melemah.

“Adanya ketidaksepahaman dengan keputusan itu menggambarkan pertemuan The Fed secara umum di luar harapan kami,” kata analis Nomura Securities Zach Pandl.

Kesimpulan lain dari hasil pertemuan The Fed adalah terkait kebijakan inflasi. Untuk mengatasi kemungkinan tingginya inflasi, The Fed menyarankan harus ada perbaikan bertahap dalam pasar tenaga kerja. Fed memberikan gambaran, survei yang dilakukan pada September dan Oktober lalu mengindikasikan bahwa masih ada nada pesimistis dari warga AS terhadap outlook ekonomi dibanding awal tahun ini.

”Pertumbuhan ekonomi AS masih terlalu lambat untuk menurunkan pengangguran,” tambah Peter Morici, ekonom yang juga mantan Kepala Komisi Perdagangan Internasional AS. Di bagian lain, Departemen Perdagangan AS mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2010 mencapai 2,5 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding estimasi sebelumnya sebesar dua persen karena dipicu membaiknya belanja konsumen.

Ekspansi perekonomian pada periode Juli–September lalu juga didorong kenaikan investasi bisnis, penguatan ekspor, dan bertambahnya pengeluaran pemerintah. Selain itu, impor yang melemah juga membantu mendorong kenaikan surplus perdagangan AS.

Menguatnya belanja konsumen AS mengindikasikan mulai ada perbaikan ekonomi setelah beberapa bulan lalu pemulihan ekonomi tertekan akibat lemahnya pasar ritel. Secara terperinci, pertumbuhan konsumsi rumah tangga AS direvisi naik menjadi 2,8 persen dari perkiraan sebelumnya 2,6 persen karena meningkatnya pembelian barang. Kendati demikian, sejumlah kalangan masih belum sepenuhnya meyakini pemulihan akan berkesinambungan mengingat masih ada beberapa indikator ekonomi yang masih lemah.

”Kondisi ini memang tidak cukup baik untuk sebuah perekonomian yang mulai menunjukkan peningkatan aktivitas dari semula di level rendah. Hasil kuartal ketiga juga jauh lebih baik dari gambaran pejabat Fed,” ungkap analis Pierpont Securities Stephen Stanley.

Sedangkan ekonom Moody’s Analytics Agustinus Faucher mengatakan, pemulihan AS sebenarnya sudah berlanjut, tetapi risiko kedua kalinya double-dip recession tetap hampir terjadi satu pertiganya.(Yanto Kusdiantono/Koran SI/wdi)
Amerika Serikat Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2011
Kamis, 25 November 2010 | 06:24 WIB

TEMPO Interaktif, Washington -Krisis finansial yang melanda Amerika Serikat dua tahun lalu masih jauh dari pemulihan. Pertumbuhan pada kuartal ketiga yang sebesar 2,5 persen memang lebih tinggi dari perkiraan, namun tingkat pengangguran masih 9,6 persen.

Melihat kondisi itu, bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserves, terpaksa melakukan langkah radikal kemarin dengan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2011 dari 3,5-4,2 persen menjadi 3-3,6 persen.

Tingkat pengangguran akan tetap di level 9 persen dan berada di atas 8 persen sampai akhir 2012. Keputusan ini dibuat setelah Fed mengumumkan rencana untuk membeli surat utang negaranya sampai US$ 600 miliar dalam rangka meningkatkan pertumbuhan.

Tapi rupanya tidak semua pejabat Fed percaya pembelian surat utang akan menaikkan pertumbuhan ekonomi. Bahkan beberapa di antara mereka menilai langkah ini hanya akan menyebabkan sistem perbankan rentan inflasi.

“Sangat mengejutkan melihat bagaimana Fed terpecah,” kata ekonom senior dari Bank Wells Fargo, Mark Vitner. “Jelas terlihat keputusan ini digulirkan oleh Ben Bernanke (Gubernur Federal Reserves).”

Pemangkasan pertumbuhan ekonomi Amerika tidak terlalu berdampak pada pergerakan bursa regional Asia dan Eropa kemarin. Harga saham di dua benua itu tidak terlalu bergerak, meskipun ada kekhawatiran soal dampak perang antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Banyak pelaku pasar mulai bergerak ke investasi yang lebih aman, seperti emas dan surat utang pemerintah Jepang. Nilai tukar euro bergerak dari level enam pekan terendahnya, namun masih dalam tren lemah di tengah rencana pemberian dana talangan untuk masalah utang Irlandia.

Nilai mata uang Korea Selatan, won, naik 0,5 persen setelah terjadi konflik di Semenanjung Korea. Harga saham dan obligasi berjangkanya naik, yang mengindikasikan investor jangka panjang melihat kesempatan untuk mengambil cepat dan murah. Indeks acuan Korea Selatan, Kospi, ditutup turun 0,2 persen.

REUTERS | SORTA TOBING

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: