Skip to content

ya sudah lah: I(ndonesia) M(eraih) F(airness) … 151110

November 15, 2010

Kuota Suara Naik, RI Masuk 16 Besar di IMF
Kuota RI sebagai negara berkembang naik 0,103% dari 0,872% menjadi 0,975%.
Senin, 15 November 2010, 18:29 WIB
Arinto Tri Wibowo, Iwan Kurniawan

VIVAnews – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Seoul, Korea Selatan yang berlangsung 11-12 November 2010 meningkatkan kuota atau hak suara negara-negara berkembang dalam International Monetary Fund (IMF) menjadi 45,5 persen, atau naik enam persen dari awalnya 39,5 persen.

Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar menjelaskan salah satu hasil G-20 adalah reformasi IMF. G-20 menyepakati reformasi kuota IMF berupa pengalihan kuota dari negara maju kepada negara-negara berkembang sebesar enam persen.

“Sebelumnya negara berkembang memiliki kuota suara 39,5 persen. Dengan menjadi 45,5 persen akan semakin mendekati arah keseimbangan,” kata Mahendra di Jakarta, Senin 15 November 2010.

Dari tambahan enam persen tersebut, menurut Mahendra, kuota Indonesia sebagai negara berkembang naik 0,103 persen dari 0,872 persen menjadi 0,975 persen. Kenaikan satu persen tersebut merupakan langkah penting karena Indonesia dipandang memiliki pengaruh yang besar dalam IMF.

“Sudah terjadi perimbangan yang lebih baik, namun belum ideal. Yang penting dicatat, terjadi perubahan kuota,” katanya.

Koordinator G-20 Kementerian Keuangan, Herfan Brilianto, menjelaskan, dengan kenaikan kuota suara dalam IMF, peringkat Indonesia dalam perekonomian semakin membaik. Posisi Indonesia dalam IMF sekarang berada di peringkat 16, atau meningkat signifikan.

“Saya lupa naik berapa peringkat, sekarang Indonesia peringkat 16. Awalnya Indonesia jauh di bawah itu,” katanya.

Menurut Herfan, kriteria penilaian perbaikan peringkat dan kuota Indonesia dilihat dari gross domestic product (GDP) Indonesia semakin membesar. Peringkat ini akan dikaji ulang tiga tahun sekali untuk melihat tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara.

“Pemeringkatan itu sekarang dilihat dari GDP, sehingga negara seperti Brasil dan China naik peringkatnya masuk ke 10 besar dan negara seperti Luxemburg dan Belgia turun peringkatnya. Reformasi IMF jadi seperti itu, GDP menjadi faktor penting,”katanya. (hs)
• VIVAnews

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: