Skip to content

geregetan: cadangan jadi ALAT … perang kurs : 091010

October 9, 2010

Perkuat buffer atasi perang kurs
OLEH DEWI ASTUTI Bisnis Indonesia

BRIC siapkan perlawanan atas tekanan AS terhadap nilai tukar
WASHINGTON: Dunia dinilai perlu memperku at dana cadangan (buf fer) untuk mengatasi dampak negatif dari volatilitas nilai tukar yang cenderung meningkat sehingga tidak meng ganggu proses pemu lihan ekonomi.

Jose Vinals, Direktur Departemen Moneter dan Pasar Modal International Monetary Fund (IMF), mengatakan cara terbaik berlindung dari konsekuensi perubahan kurs valuta asing atas neraca keuangan adalah memiliki buffer kuat untuk mengakomodasi setiap perubahan.
Namun, dia menilai untuk saat ini penyesuaian ataupun volatilitas kurs bukanlah kekhawatiran utama bagi stabilitas keuangan dunia. Volatilitas dalam pasar nilai tukar, jelasnya, wajar asalkan pasar tidak masuk ke episode volatilitas yang berlebihan.

Di tempat yang sama, Chief Economist IMF Olivier Blanchard mengatakan penyesuaian nilai

tukar semakin penting dilakukan. Apalagi, desakan untuk penyesuaian yuan langsung memunculkan reaksi dari sejumlah negara lain.
“Saya optimistis G-20 dapat memunculkan sebuah solusi. Jadi terlalu dini mendeklarasikan kegagalan,” jelasnya menjawab Bisnis di sela-sela Sidang Tahunan 2010 IMF dan Bank Dunia, di markas besar kreditur multilateral itu, kemarin.

Blanchard menjelaskan pada saat ini, terjadi apresiasi mata uang di sejumlah negara Asia, terutama China, sedangkan di kategori depresiasi terjadi di AS. Jadi, menurutnya, sewaktu berbicara mengenai kurs, yang perlu disesuaikan adalah yuan terhadap dolar AS.
Menteri Keuangan Brasil Guido Mantega, sebelumnya, menyatakan perang kurs telah dimulai, di mana banyak negara

berupaya memperlemah nilai tukar guna mendorong ekspor, termasuk pihaknya yang membeli dolar AS guna mengatasi apresiasi real.
Pada bulan ini, otoritas Jepang juga menjual yen untuk pertama kali dalam 6 tahun guna mendongkrak ekspor. Sejumlah negara, a.l., seperti Swiss, Korea Selatan, dan Thailand menempuh jalan serupa.

Menkeu AS Timothy F. Geithner dalam sambutan di Brookings Institution, seperti dikutip Bloomberg, kemarin, menambahkan Jepang bukanlah pemicu perang kurs. Dia terus mendesak agar China memperkuat nilai yuan.

Namun, dalam sebuah pertemuan bisnis di Brussels, kemarin, Perdana Menteri China Wen Jiabao justru menyebut dolar AS sebagai sumber kekhawatiran euro.

Dia meminta agar Uni Eropa tidak ikut-ikutan menekan China memperkuat nilai yuan.

mata nilai tukar.
“Brasil, Rusia, India, dan China akan melakukan pertahanan kuat untuk menepis tekanan dari AS atas pengelolaan nilai tukar dalam Sidang Tahunan IMF dan Bank Dunia pada pekan ini di Washington,” ujar Wakil Menteri Keuangan Dmitry Pankin, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Pankin mengatakan pada saat ini, BRIC menilai nilai tukar tidak menjadi masalah dalam perekonomian global, jika dibandingkan dengan persoalan simpanan, investasi, dan iklim berusaha.

Geithner bersikeras dengan pendapatnya dan menegaskan bahwa nilai mata uang di bawah rata-rata akan mempercepat inflasi, menciptakan penggelembungan nilai aset, serta membatasi pertumbuhan ekonomi.

Kritikan terbesar mengenai kebijakan mata uang ditujukan kepada China setelah negara itu membatas pergerakan yuan sekitar 2% terhadap dolar AS sejak Juni dan berjanji mengelola mata uang lokal lebih fleksibel.

Kemarin, nilai yuan naik ke posisi tertinggi sejak 1993 terhadap dolar AS dengan adanya spekulasi bahwa China akan mempercepat penguatan nilai tukar itu merespons permintaan dari pemimpin dunia. (dewi.astuti@bisnis.co.id)

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: