Skip to content

geregetan: G20 lage @perang mata uang … 071010

October 7, 2010

SYDNEY, Oct 7, 2010 (AFP)
The Australian dollar hit 98.92 US cents Thursday, traders said, outstripping the record of 98.49 since it was allowed to float in December 1983.

Kamis, 07/10/2010 11:21:00 WIB
IMF: G-20 beri solusi atasi perang kurs global
Oleh: Dewi Astuti
WASHINGTON DC: Chief Economist Dana Moneter Internasional (IMF) Olivier Blanchard optimistis perang kurs yang tengah melanda berbagai belahan dunia akan dapat dicarikan solusinya oleh kelompok negara G-20.

“Saya optimistis G-20 dapat memunculkan sebuah solusi. Mereka baru saja memulai prosesnya, jadi menurut saya terlalu dini untuk mendeklarasikan kegagalan,” jelasnya menjawab Bisnis di markas besar IMF, hari ini.

Menurut dia, penyeimbangan ekonomi makin menjadi isu penting. Akibatnya, penyesuaian nilai tukar juga makin penting untuk dilakukan. Desakan terhadap sejumlah negara untuk melakukan penyesuaian kurs dipandang tengah dimulai yang juga memunculkan reaksi sejumlah negara lain.

Blanchard menjelaskan apresiasi nilai tukar merupakan implikasi dari depresiasi kurs satu atau sejumlah mata uang lain. Di sisi lain, penyeimbangan eksternal memerlukan apresiasi pada banyak kurs mata uang negara berkembang terhadap mata uang negara maju.

“Sekarang, di kategori pertama [apresiasi], ada yuan dan mata uang sejumlah negara Asia lainnya, sedangkan di kategori kedua [depresiasi] adalah dolar AS. Jadi jelas ketika kita berbicara mengenai penyesuaian kurs, perlu penyesuaian yuan terhadap dolar AS,” tegasnya.

Jose Vinals, Direktur IMF pada Departemen Moneter dan Pasar Modal, menuturkan untuk saat ini penyesuaian ataupun volatilitas kurs bukanlah kekhawatiran utama bagi stabilitas keuangan dunia.

Volatilitas dalam pasar nilai tukar, tuturnya, adalah wajar. Yang penting pasar tidak masuk ke episode volatilitas yang berlebihan. Dia menilai cara terbaik untuk berlindung dari konsekuensi perubahan kurs valas terhadap neraca keuangan adalah memiliki buffer yang kuat untuk mengakomodasi setiap perubahan yang terjadi.

“Yang lebih penting, penyesuaian kurs secara global sejalan dengan fundamental jangka menengah. Yang diperlukan saat ini, menciptakan rebalancing ekonomi. Permintaan eksternal harus dari negara surplus, sedangkan negara yang punya defisit harus mengekspor lebih banyak ke negara surplus. Di sinilah nilai tukar harus mengambil peran.”

Sakong Il, Chairperson Komite Kepresidenan KTT G-20 di Seoul, beberapa waktu lalu mengungkapkan para pemimpin negara kelompok G-20 akan mengupayakan kompromi kebijakan nilai tukar guna meredakan friksi kurs di antara sejumlah negara di dunia yang kian memanas belakangan ini.

Menteri Keuangan Brasil Guido Mantega sebelumnya menyatakan perang kurs telah dimulai, di mana banyak negara berupaya memperlemah nilai tukar untuk mendorong ekspor. Dia juga mengungkapkan pemerintahnya akan membeli dolar AS untuk mengatasi apresiasi real, mata uang Brasil.

Pada bulan ini, otoritas Jepang juga menjual yen untuk pertama kalinya dalam 6 tahun untuk mendongkrak ekspor. Sejumlah negara lain di Asia dan Amerika Latin juga menempuh kebijakan serupa karena tengah dihadapkan pada penguatan kurs mata uangnya terhadap dolar AS. Swiss, Korea Selatan, dan Thailand pun telah menjual mata uangnya.

China, sejak bank sentralnya pada Juni mengumumkan akan melepas yuan ke pasar, juga kian mendapat tekanan karena sejak bank sentralnya pada Juni menyatakan akan melepas yuan ke pasar, penguatannya dinilai masih belum memuaskan.

Menkeu AS Timothy F. Geithner dalam sambutan di Brookings Institution, seperti dikutip Bloomberg hari ini, mengatakan Jepang bukanlah pemicu perang kurs ketika mereka mengintervensi pasar valas untuk pertama kali pada bulan lalu sejak 2004.

Geithner malah terus mengumandangkan seruannya terhadap China untuk mempercepat apresiasi yuan. Menurut dia, masalah utama dalam pasar mata uang adalah sejumlah negara emerging yang tetap lebih rendah dari semestinya dan menolak untuk melakukan apresiasi.

Ketika berpidato di sebuah pertemuan para pebisnis di Brussel kemarin, Perdana Menteri China Wen Jiabao meminta Uni Eropa untuk tidak ikut-ikutan menekan China untuk membuat nilai yuan lebih kuat. Wen justru menyebut dolar AS sebagai sumber kekhawatiran euro.

“Euro mengalami fluktuasi besar baru-baru ini. Penyebabnya bukan yuan, tetapi dolar AS. Kami [China] tidak semestinya disalahkan. Jika ada pihak yang mesti dipertanyakan, semestinya AS,” tegas Wen.(yn)
Kamis, 07 Oktober 2010 | 14:31 oleh Barratut Taqiyyah
PREDIKSI DOLLAR
Wah, dolar diramal keok ke rekor paling rendah

TOKYO. Posisi dolar sepertinya akan kian terpojok. Eishi Wakabayashi, strategist yang memprediksi penguatan yen sepanjang sejarah pada April 1995, meramal dolar bakal keok ke rekor paling lemah di posisi ¥ 74 pada Febuari 2012. Dia beralasan, defisit AS kian memperlemah mata uang AS.

Wakabayashi, yang saat ini menjabat sebagai pimpinan Wakabayashi FX Associates Co mengatakan, kecemasan mengenai membengkaknya defisit anggaran AS akan menimbulkan kepanikan dalam setahun ke depan. Kondisi itu akan menaikkan yield surat utang AS dan melemahkan posisi dolar.

“AS kemungkinan akan mengalami kepanikan dari utang yang kian membesar sekitar Oktober tahun depan,” jelasnya.

Catatan saja, saat ini pemerintah AS sudah menaikkan jumlah surat utangnua sebesar 62% menjadi US$ 8,5 triliun dalam dua tahun terakhir. Tingkat bunga dari utang tersebut melorot seiring anjloknya yield untuk surat utang dengan jangka waktu 10 tahun sebesar 1,4% lebih tahun ini.

Sementara itu, pada pukul 12.29 waktu Tokyo, dolar ditransaksikan di posisi ¥ 82,91. Kemarin, dolar melemah ke level 82,77. Wakabayashi memprediksi, dolar akan kembali melemah ke level ¥ 81 pada awal November mendatang.

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: