Skip to content

geregetan: ocehan berdampak, YEN : 260810

August 26, 2010

25/08/2010 – 11:09
Menkeu Jepang: Redam Spekulan Yen, Pemerintah Intervensi Pasar

Yoshihiko Noda
(IST)
INILAH.COM, Tokyo – Menteri Keuangan Jepang mempertimbangkan untuk mengintervensi pasar dengan cara menjual yen secara sepihak untuk meredam spekulan yang menyebabkan terjadinya penguatan yen.

Reuters melaporkan Menteri Keuangan Yoshihiko Noda kepada wartawan mengatakan akan melakukan intervensi pasar sesuai kebutuhan.

Penguatan Yen mecapai puncak tertingginya selama 15 tahun terhadap dolar dan tertinggi selama 9 tahun terhadap euro pada hari Selasa di tengah kekhawatiran ekonomi global yang sedang melambat.

Penguatan yen secara tajam dan penurunan saham Nikkei telah meningkatkan kemungkinan Bank Jepang akan melonggarkan kebijakan moneter sebelum mengkajinya dalam rapat yang dijadwalkan bulan depan seperti disampaikan sumber kepada Reuters.

“Dolar melemah menjadi 83 yen, sehingga kemungkinan intervensi akan meningkat,” kata Kiichi Murashima, ekonom di Citigroup Global Markets di Tokyo. “Ini ini harus berbarengan dengan BOJ yang harus meredam dampaknya.”

Departemen Keuangan akan mempertimbangkan melakukan intervensi secara sepihak jika mata uang yen Jepang naik dengan kecepatan tinggi terhadap dolar dalam satu hari, Nikkei melaporkan dalam edisi Rabu pagi.

Dolar tenggelam sedalam 83,60 yen pada satu titik, sebelum merangkak kembali ke 84,25 sesuai laporan Nikkei. Euro turun sebesar 2,2 persen menjadi 105,44 yen sebelum bertengger di 106,43.

Pemerintah telah melakukan intervensi kemarin. Tapi itu tidak cukup untuk menghentikan para pedagang untuk mendorong yen ke level tertinggi baru. “Jika perlu kita harus merespons dengan tepat,” katanya kepada wartawan saat ditanya tentang pergerakan yen. [cms]

loading
Ekspor Jepang melemah
OLEH DEWI ASTUTI Bisnis Indonesia

Article Rank

Pertumbuhan ekspor Jepang melemah, sehingga menambah beban perekonomian negara itu.
Penguatan yen semakin membebani ekonomi Negeri Sakura JAKARTA: Pertum- buhan ekspor Jepang melemah untuk bulan kelima pada Juli tahun ini, sehingga menambah beban bagi perekonomi- an negara itu.

Ekspor Jepang tumbuh 23,5% pada Juli dibandingkan dengan Juli 2009 menjadi 5,98 triliun yen. Pertumbuhannya lebih rendah dari angka Juni yang mencapai 27,7%. Sementara itu, pertumbuhan impor lebih rendah dari ekspor, yakni naik 15,7% menjadi 5,17 triliun yen.
“Surplus neraca perdagangan mencapai 804,2 miliar yen, atau naik 119,9% dari Juli 2009,” tulis data yang dikutip Bisnis dari situs Kementerian Keuangan Jepang, kemarin.

Menurut tujuan ekspor, perdagangan produk ke China, pasar ekspor terbesar Jepang, meningkat sebesar 22,7% pada Juli, lebih tinggi dari kinerja Juni yang mencapai 22%. Ekspor ke Asia

naik 23,8%, melemah dari angka Juni sebesar 31,6%.
Adapun, pertumbuhan ekspor ke Amerika Serikat meningkat dari 21,1% pada Juni menjadi 25,9% pada Juli, sedangkan ke Eropa naik sebesar 13,3% dari 9% pada Juni.

Pelemahan kinerja ekspor mempertegas kondisi bahwa kebangkitan ekonomi Jepang yang ditopang ekspor semakin mele

mah setelah pada kuartal II produk domestik bruto (PDB) tumbuh dengan laju terendah selama proses pemulihan global dari resesi terbesar sejak Perang Dunia II.
Padahal, penguatan yen terbesar dalam 15 tahun terakhir yang sedang berlangsung telah membebani ekonomi Negeri Sakura itu.

Penguatan yen juga mengancam laba perusahaan, mulai dari Toyota Motor Corp hingga Sony Corp. Toyota, pemilik pabrik mobil terbesar di dunia, menyebutkan setiap penguatan 1 yen terhadap dolar AS, laba operasional tahunan perusahaan akan turun sebanyak 30 miliar yen.

Sementara itu, laba tahunan Sony Corp diperkirakan dapat berkurang sekitar 2 miliar yen.

Regulator setempat semakin tertekan sehingga harus mencari cara untuk mengatasi penguatan nilai yen yang telah mencapai 10% pada tahun ini.

Takehiro Sato, ekonom Morgan Stanley MUFG Securities Co, seperti dikutip Bloomberg, mengatakan pertumbuhan ekspor akan terus melemah karena ekspor ke Asia sudah mencapai puncaknya.
Yen diperdagangkan di level 84,19 per dolar AS pada pukul 09.00 waktu Tokyo, kemarin. Kurs yen menyentuh 83,60 per dolar AS pada 2 hari lalu, terkuat sejak 1995. Indeks bursa Nikkei 225 dibuka di level rendah, yaitu 1%, setelah anjlok ke level terendah sejak Mei 2009 pada 2 hari lalu.

Nilai tukar yen telah menguat terhadap hampir semua dari 16 mitra dagang Jepang selama 1

bulan terakhir seiring peningkatan kekhawatiran terhadap pemulihan global sehingga mendorong permintaan atas yen sebagai perlindungan.
Namun, otoritas Jepang belum mampu memformulasikan respons kebijakan. PM Naoto Kan hanya memerintahkan para menterinya membuat proposal kebijakan pendorong perekonomian, setelah ada laporan pelambatan pertumbuhan PDB yang diumumkan pada 16 Agustus.

Pada kuartal II, laju PDB Negeri Sakura tercatat 0,4% (year-onyear), terlemah dalam 3 kuartal terakhir. Kan juga melakukan konferensi jarak jauh dengan Gubernur Bank Sentral (Bank of Japan/BoJ) Masaaki Shirakawa selama 15 menit, tetapi tidak menyinggung intervensi pasar nilai tukar. Selama 6 tahun terakhir, Jepang memang enggan melakukan intervensi.

Menurut Manajer Penelitian Ekuitas JPMorgan Chase & Co Jesper Koll, akar persoalan dari penguatan yen adalah deflasi.

Untuk mengatasinya, perlu ada sinergi kebijakan antara pemerintah, parlemen, dan bank sentral.

Advertisements

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: