Skip to content

geregetan: fed fund rate 2% … 240810

August 24, 2010

The Fed diminta naikkan suku bunga
OLEH DEWI ASTUTI Bisnis Indonesia

loading

The Fed disarankan segera meningkatkan suku bunga acuan setinggi 2%.
Suku bunga mendekati 0% dorong penggelembungan nilai aset JAKARTA: Bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) di sarankan segera meningkatkan suku bunga acuan sebanyak 2%, meskipun angka pengangguran di negara tersebut masih tinggi.

Raghuram Rajan, mantan Ekonom Utama Dana Moneter In ternasional (IMF), mengatakan The Fed harus mem per tim bang kan peningkatan suku bunga mes ki tingkat pengangguran ma sih menyentuh angka 9,5% sam pai Juli 2010, mendekati rekor ter tinggi dalam 26 tahun terakhir.
Pada 2005, Rajan secara akurat pernah mengingatkan para peja bat bank sentral dunia mengenai po tensi krisis keuangan jika pi hak per bankan tidak memiliki ke per ca yaan menyalurkan kredit an tar bank.

“Suku bunga mendekati 0%

berisiko menyebabkan peng ge lem bungan nilai aset atau men do rong inefisiensi korporasi. Ini in sentif yang buruk bagi per usa haan keuangan,” tegasnya se perti dikutip Bloomberg ke ma rin.
Menurut Rajan, setelah krisis utang Eropa mereda, Chair per son The Fed Ben S. Bernanke ha rus mu lai meningkatkan su ku bunga acuan sebesar 2%, se hingga nilai riil -nya tidak lagi negatif, meng ingat inflasi di ne gara itu stabil di level rendah, yaitu 1,4% pada kuartal II/2010.

Meski inflasi bukan menjadi an caman utama AS saat ini, Ra jan, pengajar Booth School of Bu siness Universitas Chicago, meng anggap ada kapasitas tidak terpakai dalam skala besar di perekonomian AS.

Pendapat yang sama diuta ra kan William White, mantan Ke pa la Departemen Moneter dan Eko nomi Bank for International Set tlements (BIS).

White yang saat ini menjabat se bagai Chairperson Komite Pem bangunan dan Review Ekonomi OECD menilai manfaat dari suku bu nga rendah mungkin telah me

lemah di negara pemilik utang be sar, terutama pada utang swas ta. Di AS, utang swasta per akhir Juni hampir US$11,7 triliun.
Sejak Desember 2008, Ber nanke dan mayoritas pejabat The Fed te lah mempertahankan su ku bunga acuan pada kisaran 0%-0,25%.

Sementara itu, Kantor Ang garan Kongres AS (CBO) mem per kira

kan suku bunga akan tetap ren dah hingga akhir 2011 dan secara bertahap meningkat seiring de ngan berlanjutnya pemulihan.
Kemarin, The Fed meng umum kan rencana mengurangi fasilitas kredit untuk American In ter na tio nal Group Inc sebesar US$3,6 miliar karena yakin me reka da pat me ngurangi ke ter gan tungan pada

pemerintah.
Pasar perumahan Secara terpisah dilaporkan, sektor perumahan yang kolaps diperkirakan dapat menghentikan pemulihan ekonomi AS. Kebangkrutan sektor ini diduga akibat berakhirnya fasilitas pajak kredit rumah pada April 2010.
Nilai tengah estimasi ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksikan penjualan rumah bekas pada Juli akan merosot 12,9% dari Juni, atau penurunan terbesar pada 2010. Data penjualan rumah bekas diumumkan National Association of Realtors pada hari ini (Rabu, 25 Agustus).

Sementara itu, penjualan rumah baru selama Juli, yang datanya akan diumumkan Departemen Perdagangan pada 25 Agustus, diproyeksikan berada di level terendah kedua selama tahun ini.

“Jika penyitaan terus meningkat dan menekan harga rumah, ekonomi bisa kembali ke resesi. Pasar properti dan indikator ekonomi lainnya saling terkait,“ ujar Celia Chen, ekonom Moody’s Analytics Inc. (dewi.astuti@bisnis. co.id)

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: