Skip to content

geregetan: impor china … 190810

August 19, 2010

Surplus dagang diakui turun
OLEH AGUST SUPRIADI Bisnis Indonesia

Menko Perekonomian me nilai neraca perdagangan Indonesia masih cukup baik meski surplusnya menurun.
Pemerintah perlu kembali pada strategi penguatan sektor riil JAKARTA: Menteri Koordinator Perekono mian Hatta Rajasa me nilai sejauh ini neraca perdagangan Indonesia masih cukup baik meskipun surplusnya menurun. Namun, pemerintah akan berupaya agar pe nurunan itu bersifat sementara.

“Tingginya laju impor itu terkait dengan impor barang modal.
Tecermin dari PPN impor yang naik dan juga tecermin dari pertumbuhan di sektor industri yang 4%. Artinya, manufaktur kita tumbuh. Belum sampai 7% memang, tapi kita akan kejar,“ ujarnya pekan ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Juni mencapai US$12,29 miliar atau mengalami penurunan sebesar 28,7% dibandingkan dengan ekspor Mei. Adapun, nilai impor mencapai US$11,71 miliar atau melonjak 17,36% dibandingkan Mei.

Pemerintah, tegas Hatta, akan melakukan intervensi guna meningkatkan kinerja ekspor nasional ke depannya. Utamanya adalah mengembangkan infrastruktur pendukung industri dan sarana transportasi guna menekan biaya ekonomi tinggi.

Kemudian, dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi nasional, substitusi impor harus dilakukan, terutama untuk bahan baku. Caranya dengan mendorong pembangunan industriindustri kecil di dalam negeri guna mengolah bahan baku men jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah jika diekspor.

“Contohnya untuk elektronik kita banyak komponen impor.
Kita mulai membangun industriindustri pemasok itu, di samping kita membangun hilirisasi dari industri hulu kita yang kuat. Misalkan, palm oil. Jangan CPO saja diekspor, downstream juga harus dikembangkan,“ tambahnya.

Menteri Keuangan Agus D. W.
Martowardojo mengatakan peningkatan ekspor merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong investasi dan pengembangan industri nasional.
Namun, hal tersebut harus didukung pula oleh kebijakan fiskal daerah guna menciptakan iklim berusaha yang bersahabat.

“Itu selaras dengan budget cycle yang (akan) kita jalankan pada 2011, di mana kita harus menjaga agar fiscal space yang ada di APBN dan APBD harus longgar.
Arahkan kegiatan dari pada anggaran untuk membangun infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,“ katanya.

Menteri Perindustrian M. S. Hidayat menilai sudah saatnya pelonjakan impor diimbangi dengan peningkatan ekspor guna menjaga surplus neraca perdagangan Indonesia yang semakin menipis. Terutama menyangkut hubungan dagang dengan China yang belakangan ini didominasi impor ketimbang ekspor.

“Tapi menjelang 2011 mudahmudahan kita bisa meningkatkan ekspor tersebut. Terutama untuk komoditas yang sedang kami upayakan meningkat karena ada penggantian di Eropa.“

Menurut dia, barang-barang hasil pertanian merupakan komoditas potensial untuk bisa dikembangkan dari sisi ekspor ke depannya. Namun, saat ini yang masih menjadi masalah adalah seluruh komoditas yang diekspor merupakan komoditas primer yang jika diolah dulu dapat memberikan nilai tambah lebih besar.
Impor otomotif Peningkatan impor, lanjut Hidayat, didominasi oleh bahan baku dan barang modal yang mendukung kegiatan produksi nasional. Salah satunya adalah bahan baku industri otomotif yang sudah hampir 40 tahun menjadikan Indonesia sebagai lokasi perakitan kendaraan bermotor.

“Di industri dalam negeri saat ini lebih assembling (perakitan) dan kita memikirkan untuk bikin engine sendiri walau kecil. Mudah-mudahan akhir 2011 atau 2012 bisa terealisasi. Untuk otomotif, kita ingin Indonesia jadi basis produksi untuk ekspor. Kalau boleh, terus terang kita mau bersaing dengan Thailand.“

Pengembangan basis produksi otomotif tersebut, tambah Hidayat, akan dimulai dengan produksi mobil murah (low cost engine car) yang saat ini memiliki segmen pasar sekitar 300.000 unit. Untuk itu, Indonesia akan menggandeng swasta asing untuk mengembangkan itu.

“Belum dimulai, tapi negosiasi sudah. Tentu dengan negara-negara yang punya (industri) otomotif seperti Jepang atau Korea Selatan. Mereka beramai-ramai sedang mencari pasangannya,“ ungkap Hidayat.

Riant Nugroho, Direktur Institute for Policy Reform, mengatakan pemerintah perlu kembali pada strategi pengembangan ekonomi klasik yang fokusnya lebih pada penguatan sektor riil ketimbang sektor moneter. Hal itu penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkua litas karena peran dominan industri dan ekspor.

Dia menilai selama ini Indonesia terbalik dalam menerapkan strategi ekonomi, di mana pertumbuhan ekonomi yang ada tidak cukup mencerminkan kemajuan ekonomi yang sesungguhnya. Indikatornya adalah ekonomi tumbuh tinggi, tetapi terjadi penurunan surplus neraca perdagangan dan tingkat pengangguran tidak menurun signifikan.

“Strategi pengembangan ekonomi yang lebih kuat adalah strategi klasik, memperkuat sektor riil, termasuk di dalamnya meningkatkan nilai tambah setiap produk komuditas primer. Sementara sektor moneter menjadi penguatnya. Bukannya terbalik.“

Menurut Riant, ada tiga hal yang menyebabkan kinerja ekspor Indonesia merosot, sebaliknya impor justru melonjak tajam.
Pertama, karena kebijakan liberalisasi perdagangan, sebagai pengganti kebijakan industrialisasi, yang menguat pascakesepakatan perdagangan bebas ChinaAsean.

Kedua, lanjut Riant, kurangnya dukungan infrastruktur dan sarana transportasi antardaerah di Tanah Air menjadikan biaya produksi menjadi tinggi sehingga keunggulan kompetitif buruh yang murah menjadi tidak berguna.

Berdasarkan perhitungannya, rerata biaya transportasi dalam kegiatan produksi di Indonesia mendekati 1/3 dari biaya tenaga kerja atau buruh.

Ketiga, pembenahan mekanisme ekspor yang didengungkan pemerintah dinilai belum cukup menyentuh sampai ke akar permasalahan. Berdasarkan keluhan dari para eksportir, upaya pemerintah itu ternyata tidak didukung oleh sikap para birokrat di lapang

EMAIL
agust.supriadi@bisnis.co.id

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: