Skip to content

geregetan: diver$1fikasi ala china … 190810

August 19, 2010

China borong surat berharga Korsel
OLEH DEWI ASTUTI Bisnis Indonesia

Investor China memborong surat utang Pemerintah Korsel bersamaan dengan penarikan kepemilikan atas surat berharga AS.
Diversifikasi cadangan devisa berlanjut JAKARTA: Investor China memborong surat utang Pemerintah Korea Selatan bersamaan dengan penarikan kepemilikan atas surat berhar ga Amerika Serikat.

Financial Supervisory Service Korsel (FSS) menyebutkan surat utang Pemerintah Korsel (KTB) yang dimiliki investor China melonjak 111% hingga menyentuh nilai US$3,4 miliar (3,99 triliun won) pada semester I/2010.
Pada periode yang sama, Departemen Keuangan AS mencatat kepemilikan China atas surat utang Pemerintah AS turun 6% menjadi US$843,7 miliar.

Menurut Ding Zhijie, Dekan Fakultas Keuangan Universitas International Business and Eco nomics di Beijing, tren yang muncul bela kangan ini adalah Chi na mengalokasikan sejumlah cadangan ke aset keuangan di sejumlah negara Asia.

Pasalnya, pengaruh dolar AS dan euro melemah akibat krisis keuangan global, sedangkan peran sejumlah mata uang negara berkembang menguat.

Christian Carillo, Ke pala Ahli Strategi Fi xed-income Societe Generale SA di Tokyo, memprediksikan pem belian KTB itu memengaruhi im bal hasil. Kepemilikan KTB men cakup 19% dari total surat berharga asing China sampai Juni, atau naik dari 10% pada 2009.

“Sebelum akhir tahun, China dapat membeli sekitar 4 triliun won KTB. Pasar akan bullish. Ke tidakseimbangan permintaan dan penawaran akut di KTB juga akan muncul, sehingga menekan imbal hasil untuk turun lebih banyak,“ jelasnya, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Surat utang Pemerintah Korsel yang dipegang China mencakup 0,1% dari cadangan devisanya.
China juga memiliki surat utang Pemerintah Jepang sebanyak US$20,1 miliar dan AS sebesar US$843,7 miliar sampai Juni 2010.

Negara itu juga berencana membeli obligasi Inter national Monetary Fund (IMF) senilai US$50 miliar.

Mantan penasihat bank sentral China People’s Bank of China Yu Yongding pernah mengatakan diversi fikasi harus menjadi prinsip dasar pengelo laan cadangan devisa.

Mengacu data IMF per 30 Juni, alokasi dolar AS di cadangan devisa China turun pada kuar tal I dari 62,2% menjadi 61,5%.

Strategi diversifikasi Secara terpisah, ekonom PT BNI (Tbk) Rosady T.A. Montol menilai pembelian surat utang Pemerintah Korsel dalam jumlah besar merupakan bagian dari strategi diversifikasi portofolio China guna mengurangi risiko dan melakukan pengembangan imbal hasil. “Diversifikasi merupakan upaya mereka menyebar risiko investasi ke dalam banyak instrumen. Don’t put all your eggs in one basket,“ ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

China tercatat sebagai pemegang cadangan devisa terbesar di dunia yaitu sekitar US$2,45 triliun, yang kemudian disimpan dalam bentuk berbagai portofolio, a.l. obligasi, nilai tukar asing, dan komoditas.

Cadangan devisa yang besar diyakini bisa membuat China leluasa untuk mengendalikan yuan.
Secara ekspektasi, tambah Rosady, kebijakan ini cukup menguntungkan yuan. Secara teoretis, suatu kondisi makro yang baik akan berpengaruh positif terhadap mata uang.

Hanya saja, ujarnya, dalam kasus China, pemerintah tidak menginginkan apresiasi yuan yang berlebihan karena akan berdampak buruk terhadap ekspornya. (dewi.astuti@bisnis.co.id)

EMAIL
dewi.astuti@bisnis.co.id

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: