Skip to content

geregetan: tekanan MENCEMA$K4N… 120810

August 12, 2010

12/08/2010 – 18:40
Pasar Tertekan Data Ekonomi 48 Jam Terakhir
Ahmad Munjin

INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham dan rupiah dipasar uang kompak ditutup pada teritori negatif. Negatifnya data-data ekonomi global yang dirilis dalam 48 jam terakhir menjadi pemicunya.

Zulfirman Basir, periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures mengatakan, tertekannya pasar finansial hari ini dipicu oleh negatifnya data-data yang dirilis dalam 48 jam terakhir. Di antaranya data ekonomi dari China, Jepang, AS, dan Eropa yang memicu penguatan dolar AS.

“Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah di pasar uang sempat melemah ke level 9.018 dan 8.985 sebagai level terkuatnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (12/8).

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (12/8) ditutup turun tajam 40 poin (0,44%) menjadi 9.005/9.015 dari kemarin di level 8.965/8.975 per dolar AS. “Sebab, data yang dirilis dalam 48 jam terakhir mengindikasikan terhambatnya pemulihan ekonomi global,” ujarnya.

Pada Rabu (11/8) pagi, Bank Sentral AS, The Fed memangkas outlook ekonomi negara adidaya itu. AS cukup pesimistis dengan kondisi perekonomiannya. Pemulihan ekonomi masih berlanjut tapi lebih rendah dari estimasi sebelumnya. Lalu, Kamis (12/8) pagi, diperparah dengan data pesanan mesin Jepang yang turun.

Di sisi lain, Bank Sentral Jepang ternyata tidak mengeluarkan kebijakan apapun terkait moneternya. Tapi, Jepang cukup khawatir dengan penguatan tajam yen terhadap dolar AS. Sebab, jika apresiasi yen terlalu cepat bisa menghalangi pemulihan ekonomi. “Yen Jepang mencapai rekor terkuat dalam 15 tahun di level US$84,72 per yen,” ucapnya.

Selain itu, data investasi dan industrial out put China juga mengalami penurunan. Di Eropa, Bank of England (BoE) memangkas outlook negara persemakmuran itu. Gubernur BoE, mengatakan, pemulihan di zona euro, Inggris dan AS masih dipenuhi ketidakpastian.

“Semalam, dirilis juga data neraca perdagangan AS yang defisitnya semakin meningkat. Karena itu, investor cemas dan segera merealisasikan keuntungan,” tandasnya.

Alhasil, dolar AS menguat tajam terhadap semua mata uang utama termasuk mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro). “Terhadap euro, dolar AS mengaut ke level US$1,2815 dari penutupan kemarin di level US$1,3063 per euro,” ungkap Firman.

Di sisi lain, Budi Ruseno, Direktur Bhakti Capital Securities mengatakan, pelemahan indeks saham hari ini dipicu oleh faktor eksternal, teknikal dan pelemahan harga komoditas dunia.

Turunnya bursa regional, akibat kekhawatiran berlarutnya perlambatan ekonomi global, menjadi tekanan utama bagi indeks domestik. “Termasuk di AS, The Fed mengambil kebijakan untuk menambah stimulus,” ucapnya.

Di sisi lain, harga komoditas dunia mengalami koreksi signifikan. Hal ini terefleksi pada harga minyak mentah dunia yang turun ke level US$77 dari sebelumnya di atas US$80 per barel . “Faktor lain yang turut menekan indeks adalah teknikal di mana valuasi indeks sudah overbought,” imbuhnya. [mdr]

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: