Skip to content

geregetan: Ch on the right track … 030710

July 3, 2010

Ekonomi Cina Melambat, Alarm Resesi Berbunyi
Ditulis oleh Redaksi-1
Jumat, 02 Juli 2010 14:05

Sehari setelah Perdana Menteri (PM) China Wen Jiabao menyatakan pemulihan ekonomi China masih berada dalam jalur yang tepat. Pemerintah Cina justru mengatakan hal yang sebaliknya.

Biro Statistik Nasional, pada Kamis (1/7), melaporkan indeks pembelian manajer (PMI) Juni turun ke level 52,1 dari posisi 53,2 di Mei. Estimasi median dari 12 ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi penurunan ke level 53,2. Hal ini tentu saja ‘membunyikan’ alarm untuk mewaspadai risiko pemulihan ekonomi global yang melambat. Bahkan, kemungkinan bisa mendorong dunia kembali ke dalam resesi.

Tidak hanya China, data-data ekonomi negara-negara utama dunia juga menurun. Mengacu pada laporan Goldman Sachs Group Inc, pertumbuhan ekonomi China di pertengahan tahun ini menurun lebih dari 4%. Penurunan ini, ujar laporan itu, menimbulkan kekhawatiran investor. Apalagi, saat ini situasi di Eropa masih kurang baik. Di mana pemerintah di kawasan masih berupaya melepaskan negaranya dari belitan utang dengan menghemat anggaran.

Semua hal ini diperparah dengan tingkat pengangguran Amerika Serikat (AS) yang kembali naik mendekati level 10%. Termasuk Jepang yang masih terus berjuang mengatasi deflasi akibat pelemahan daya beli rumah tangga-nya.

Sementara itu, kepala ekonom Deutsche Bank AG Ma Jun menilai dari sudut pandang ekonom bahwa, perlambatan ekonomi China menuju level yang sehat. Apalagi sebelumnya China berisiko menghadapi pemanasan ekonomi dan gelembung aset. Tetapi menurutnya hanya prospek ekonomi global yang belum meyakinkan, membuat pesimisme pasar mudah muncul.

Periset pemerintah Zhang Liqun juga bilang, angka-angka itu masih moderat. Dia yakin pertumbuhan masih akan berlanjut, meski tak sebesar pertumbuhan kuartal I 2010 yang mencapai 11,9%.

Dukungan lain juga datang dari Qu Hongbin, ekonom HSBC. Dirinya yakin, pertumbuhan di semester II masih bisa mencapai 9%. Penyokong pertumbuhan adalah derasnya investasi asing dan tingginya tingkat konsumsi swasta.

Suryo Saputro (suryo@wartaekonomi.com)

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: