Skip to content

geregetan: ekspor NAGA … 100610

June 10, 2010

Mei, Ekspor China Melonjak 48%
Kamis, 10 Juni 2010 – 17:24 wib

BEIJING – Direktur Jenderal Bea Cukai China menyatakan surplus perdagangan Negeri Panda pada Mei melonjak 48,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) menjadi USD19,53 miliar.

Lonjakan kinerja ekspor China menggambarkan krisis utang Eropa belum memberikan pengaruh.

“Perdagangan China turun hingga mengalami defisit pada Maret, kemudian kembali mendekati surplus pada April. Mei, surplus mencapai USD19,53,” ekonom Royal Bank of Canada Brian Jackson, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/6/2010).

Pencapaian Mei ini di atas ramalan para ekonom yang sebelumnya memprediksi surplus USD8,8 miliar atau naik dari kinerja April dengan catatan surplus USD1,68 miliar.

Pemerintah China menjelaskan ekspor bulan Mei naik 48,5 persen menjadi USD131,76 miliar sementara impor USD112,23 miliar atau naik 48,3 persen yoy. Kinerja impor melambat dibandingkan April yang tumbuh 49,7 persen.

Lonjakan surplus ini akibat meningkatnya permintaan asing atas produk pakaian dan elektronik China. Membaiknya surplus menbuat tekanan Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara agar Beijing segera melepas peg atas yuan kembali menguat. Tapi, baiknya surplus membuat kekhawatiran dunia atas kemungkinan pelemahan di China turun.

“Kejadian di Eropa pasti memberikan dampak kepada pertumbuhan China, tapi belum terasa. Saat ini, pertumbuhan ekspor yang sangat kuat dan kenaikan tajam surplus akan menjadi catatan Washington,” jelas Jackson.

Beijing secara efektif mem-peg mata uangnya atas dolar AS dengan nilai 6,8 yuan. Peg dilakukan sejak pertengahan 2008 dengan tujuan memberikan dukungan kepada eksportir menghadapi krisis keuangn global dan mengurangi PHK di sektor manufaktur yang padat karya.

Rabu lalu, Pengambil Kebijakan di AS berencana mengeluarkan aksi legislatif menanggapi penolakan China atas tuntutan revaluasi yuan. AS berpendapat nilai tukar yuan yang terlalu rendah membuat Paman Sam mengalami perdagangan yang tidak adil dengan China.

“Pengangguran di AS mendekati 10 persen dan ekspor China saat ini tumbuh mendekati 50 persen. Ini menjadi retorika politik yang akan memanas di Washington,” imbuh Jakson.

Presiden China Hu Jintao pekan lalu mengatakan, kebijakan nilai tukar yuan akan didasarkan kepentingan dalam negeri. “Di bawah prinsip pengambil keputusan yang independen, terkontrol, dan bertahap,” ungkap Hu.(Achmad Senoadi/Koran SI/ade)

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: