Skip to content

geregetan: Raksasa saling bantu aja, maseh rentan … 160510

May 16, 2010

Pejabat Fed: Krisis Eropa Menunjukkan Kerentanan
JUM’AT, 14 MEI 2010 | 03:59 WIB

TEMPO/Panca Syurkani

TEMPO Interaktif, Washington – Meskipun kondisi keuangan di Amerika Serikat telah membaik sejak krisis 2008, peristiwa di Eropa menunjukkan kerapuhan di bawah permukaan, kata pejabat Federal Reserve, Kamis.

“Pasar pendanaan jelas tetap agak rentan mengingat krisis utang di Eropa,” kata Wakil Ketua Fed Donald Kohn dalam sebuah pidato di Kanada.

“Itulah mengapa The Fed menghidupkan kembali sebuah program dengan bank sentral lainnya pada hari Minggu untuk swap mata uang,” katanya. The Fed meminjamkan dolar sesuai permintaan kepada bank sentral lainnya dalam rangka pertukaran mata uang mereka. Pada gilirannya, bank sentral dapat meminjamkan dolar kepada bank-bank di negara asal mereka untuk mencegah krisis menyebar lebih lanjut.

Bank of Canada, Bank of England, European Central Bank, Swiss National Bank dan Bank Jepang terlibat dalam apa yang disebut upaya “swap dolar”.

Bank-bank Eropa memerlukan dolar untuk memberikan pinjaman kepada perusahaan di seluruh benua itu. Perusahaan-perusahaan Eropa yang beroperasi di Amerika Serikat membayar karyawan mereka dalam dolar dan membeli bahan baku dengan mata uang AS. Juga, minyak dan komoditas lainnya dihargai dengan dolar di seluruh dunia.

The Fed meminjamkan Bank Sentral Eropa US$ 9,2 miliar melalui operasi swap, Federal Reserve Bank of New York melaporkan pada hari Kamis. Tidak ada operasi yang dilakukan dengan bank sentral lainnya.

Krisis utang Eropa pertama meletus di Yunani dan ada kekhawatiran bahwa hal itu bisa menyebar ke Spanyol, Portugal dan negara-negara zona euro lainnya. Krisis ini telah mendorong permintaan terhadap dolar AS dan pelemahan tajam nilai euro, mata uang yang digunakan oleh 16 negara Eropa.

Pekan lalu, kekhawatiran penularan membantu menyebabkan Wall Street jatuh. Rata-rata industri Dow Jones turun hampir 1.000 poin sebelum pasar memulihkan dua-pertiga kerugiannya.

Narayana Kocherlakota, presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, mengatakan keputusan The Fed untuk membuka kembali pengaturan swap dilakukan untuk melindungi Amerika Serikat.

“Kami tidak melakukannya karena cinta khusus untuk Eropa — kami pembuat kebijakan Amerika, dan kami membuat keputusan untuk menjaga ekonomi Amerika yang kuat,” katanya dalam pidato kepada kalangan bisnis di Wisconsin. “Tapi masalah likuiditas di pasar Eropa menunjukkan tanda-tanda masalah likuiditas berbahaya dalam pasar keuangan negara kita,” katanya. “Kami tahu bahwa swap akan menjadi langkah yang berguna menghadapi proses itu.”

Program swap dibuka pada tahun 2007 pada hari-hari awal krisis keuangan di AS. Program ini ditutup pada Februari saat kondisi keuangan di Amerika Serikat dan luar negeri telah menunjukkan tanda-tanda membaik.

AP | ERWIN Z

Advertisements

From → GREAT depression

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: