Skip to content

geregetan: tekanan sehat, pengungkit lezat : 110510

May 12, 2010

Inflasi ‘panaskan’ ekonomi China
Bank sentral tertekan untuk menaikkan suku bunga dan nilai yuan

JAKARTA: Akselerasi inflasi di China semakin menegaskan ancaman memanasnya ekonomi (overheating) di negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia ini.
Harga konsumen naik 2,8% pada April dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Biro statistik China mengumumkan kemarin inflasi melaju ke level tertinggi dalam 18 bulan, dan harga properti naik 12,8%.

Sementara itu, pinjaman baru senilai 774 miliar yuan (US$113 miliar) telah diumumkan oleh bank sentral, lebih besar daripada perkiraan 24 ekonom yang disurvei Bloomberg.

Juru bicara Biro Statistik China Sheng Laiyun mengatakan inflasi April cukup kuat dan tidak dipengaruhi harga di luar negeri. Kontribusi terbesar sebagian besar berasal dari harga makanan dan perumahan di dalam negeri, serta pengaruh biaya likuiditas dan harga komoditas.

Sheng menambahkan krisis pinjaman di Eropa kemungkinan meluas meskipun pemerintah di kawasan itu telah meluncurkan program penyelamatan sistem keuangan pada awal pekan ini. Kebijakan Uni Eropa akan memengaruhi permintaan ekspor.

Penasihat bank sentral, Li Daokui, mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa Pemerintah China harus fokus mencegah kenaikan yang berlebihan dalam harga aset dan likuiditas karena paket penyelamatan Eropa mengurangi tekanan atas peluang terjadinya kemerosotan global lainnya.

Analis PT Askap Futures Wahyu Tribowo Laksono, kepada Bisnis, mengungkapkan awal pekan ini kemungkinan China jatuh ke dalam krisis yang dipicu oleh penggelembungan nilai aset.

Kenaikan harga-harga konsumen itu lebih tinggi dibandingkan dengan 2,4% pada Maret dan perkiraan rata-rata dari 30 ekonom yang disurvei Bloomberg sebesar 2,7%. Harga produsen melonjak 6,8% juga melebihi perkiraan.

Kenaikan harga properti di 70 kota merupakan yang tertinggi sejak data mulai dikumpulkan pada 2005, sehingga hal itu bertentangan dengan upaya keras pemerintah dalam spekulasi yang diintensifkan bulan lalu.

Pemerintah China ingin menahan inflasi sepanjang tahun ini sebesar 3% dan mencegah terjadinya penggelembungan harga properti setelah rekor pertumbuhan kredit mendorong rebound perekonomian.

Investor khawatir penarikan stimulus dan penurunan di sektor konstruksi dapat mematahkan pertumbuhan ekonomi yang sudah mencapai 11,9% pada kuartal pertama.

Indeks harga saham gabungan di bursa Shanghai sempat tenggelam pada perdagangan Senin, tergelincir 20% dari level tertinggi pada November. Indeks ini naik 0,7% pada pukul 10.15 waktu setempat kemarin.

Tekanan menguat

Penguatan laju inflasi itu kembali memperkuat tekanan kepada bank sentral China untuk menaikkan suku bunga acuan dan nilai tukar yuan.

Bank sentral China pada hari ini melaporkan nilai yuan yang tidak diperdagangkan naik 0,2%.

Hal itu mengindikasikan pemerintah akan mengubah kisaran patokan yuan terhadap dolar AS dan membiarkan mata uang lokal naik sekitar 2,4% pada tahun depan.

Keuntungan saham Asia terpangkas karena pasar mengkhawatirkan pejabat China akan memperlambat kegiatan ekonomi dengan berlanjutnya penguatan nilai yuan.

“Prioritas utama China adalah mencegah kenaikan nilai aset dan likuiditas yang terlalu berlebihan setelah Eropa mengalokasikan pinjaman melalui paket penyelamatan krisis euro dengan nilai hampir US$1 triliun,” jelas Li.

Lonjakan inflasi telah diantisipasi bank sentral China. Awal bulan ini, bank sentral meminta perbankan menambah cadangan modal minim untuk ketiga kalinya pada tahun ini guna meredakan lonjakan pencairan kredit. (erna.girsang@bisnis.co.id)

Oleh Erna S.U. Girsang
Bisnis Indonesia

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: