Skip to content

geregetan: ramuan SAAT STOP bantuan … 280410

April 28, 2010

Rabu, 28/04/2010 10:35:57 WIB
Ramuan obat krisis ala G-20 dan IMF
Oleh: Dewi Astuti
Untuk pertama kalinya, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral kelompok negara G-20 dan Dana Moneter Internasional (IMF) meracik resep untuk mengakhiri krisis global secara bersama dalam satu acara.
Dalam acara Spring Meeting Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC, AS, akhir pekan lalu, aura optimisme untuk mengakhiri krisis dan mempercepat serta meratakan pemulihan ekonomi dunia sangat kental terasa.

Mungkin salah satu optimisme dapat dilihat dari penaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2010 oleh IMF dari 3,9% menjadi 4,2%.

IMF bersama para menteri keuangan serta gubernur bank sentral G-20 bersama-sama menegaskan pemulihan ekonomi telah berjalan lebih cepat dari perkiraan. Hanya saja, pemulihan belum begitu kuat dan belum merata di semua negara. Sektor keuangan dunia juga dinilai masih rapuh.

Merujuk pada kondisi global tersebut, G-20 dan IMF sepakat untuk mengusung dan mempertahankan ide multilateralisme dan koordinasi kebijakan agar dunia bisa keluar secara total dari krisis dan mencegah terulangnya krisis serupa pada masa datang.

Dari hasil pertemuannya, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral yang mewakili 20 ekonomi terbesar di dunia itu menyepakati sejumlah anjuran kebijakan. Yang utama adalah penerapan exit strategy dengan segera dan secara kredibel.

Exit strategy merupakan upaya atau kebijakan pemerintah suatu negara dalam menghindari situasi krisis. Kebijakan yang ditempuh termasuk pemberian stimulus fiskal dan/atau moneter secara besar-besaran.

Dalam sistem keuangan, mereka menekankan perlunya reformasi regulasi bidang keuangan melalui peningkatan standar modal yang lebih kuat, dilengkapi dengan insentif yang jelas untuk memitigasi praktik pengambilan risiko yang berlebihan.

Terkait dengan hal itu, mereka berkomitmen sebelum akhir 2010 sudah harus ada kesepakatan atas aturan-aturan internasional untuk memperbaiki kuantitas dan kualitas modal perbankan dan menghindari leverage yang berlebihan.

Masih dari sektor keuangan, G-20 juga menekankan anjuran kebijakan lain, a.l. pentingnya memiliki standar akuntansi global yang berkualitas tinggi dan implementasi standar internasional terkait dengan praktik kompensasi.

Di lain sisi, di bawah kepemimpinan Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn, lembaga multilateral juga mengusung reformasi sektor keuangan, yakni dalam hal aturan-aturan likuiditas dan permodalan perbankan, pengawasan regulasi keuangan, serta pengenaan dua jenis pajak pada sektor perbankan.

Dari sejumlah anjuran yang diberikan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G-20 serta IMF, tak banyak argumen yang muncul terkait dengan penerapan kebijakan exit strategy. Pasalnya, G-20 cukup hati-hati dengan menyatakan bahwa kebijakan itu tidak dipukul rata.

Dalam konteks makroekonomi, kondisi pemulihan ekonomi yang kecepatannya berbeda-beda di tiap negara, respons kebijakan diyakini akan lebih baik diambil bila menyesuaikan dengan kondisi masing-masing negara.

Di negara dengan situasi pertumbuhan ekonominya masih sangat bergantung pada dukungan kebijakan pemerintah, stimulus fiskal dan moneter masih perlu dipertahankan agar permintaan sektor swasta bisa pulih.

Kontroversi pajak

Yang paling kontroversial muncul dari usulan IMF terkait dengan pengenaan dua jenis pajak baru di sektor perbankan. Usulan IMF yang diajukan ke G-20 itu pada dasarnya ditujukan untuk menjamin bahwa bank berkontribusi secara adil untuk mengompensasi risiko yang mereka akibatkan pada perekonomian.

Dalam proposalnya, jenis pajak pertama yang disebut financial stability contribution (FSC), didesain untuk meningkatkan dana cadangan untuk dana talangan setiap perusahaan perbankan yang gagal sebelum mereka mengganggu seluruh sistem keuangan global.

Tarif pajak yang dikenakan setara dengan 10%-20% atas dasar nilai kewajiban (liability), termasuk derivatif dan mengecualikan deposito yang dijaminkan.

Target IMF adalah akan ada dana cadangan antara 2% dan 4% dari PDB setiap negara. Berdasarkan jumlah PDB dunia saat ini, target itu setara dengan nilai dana hampir US$2 triliun.

Pajak kedua, financial activities tax (FAT). Jenis pajak ini akan dikenakan sebagai pajak tambahan atas laba bank dan gaji bankir. IMF mengalkulasikan penerapan pajak tambahan ini dapat menghasilkan dana baru setidaknya 0,5% dari PDB dunia per tahun.

Yang sempat menjadi pertanyaan berbagai pihak, termasuk kalangan jurnalis ekonomi yang turut meliput pertemuan G-20 dan IMF di Washington DC akhir pekan lalu, adalah apakah ide dua pajak baru untuk dunia perbankan itu bisa dijalankan? Selain itu, apakah akan cukup banyak mendapat dukungan pemerintah negara di dunia?

Dalam sebuah kolom majalah Forbes, Direktur Tax Research UK Richard Murphy menilai ide baru terkait dengan pajak perbankan itu akan menghadapi kesulitan dalam hal penarikannya. Kesulitan penarikan pajak FSC salah satunya disebabkan oleh tidak adanya kesepakatan atas basis valuasi untuk kewajiban perbankan.

Pengenaan pajak FAT juga dinilai memiliki banyak kesulitan. Masalah terbesarnya adalah jika bank mulai menghasilkan laba lagi, mereka punya sejumlah kerugian pajak yang harus diatasi sebagai hasil krisis beberapa tahun lalu.

Artinya, katanya, akan ada kekurangan suplai laba yang dikenakan pajak di bank. Selain itu, hampir pasti bank akan mengurangi gaji karyawan jika pajak tambahan dikenakan kepada perusahaan.

Meski terlihat sulit diterapkan dan masih diperdebatkan oleh kalangan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G-20, Kahn mengklaim sejumlah negara maju, seperti AS dan Eropa telah menunjukkan dukungan.

Namun barangkali, resep obat untuk menghilangkan rasa sakit tidak perlu ditelan mentah-mentah kalau memang terlalu pahit.

Seperti diutarakan Menteri Keuangan Kanada Jim Flaherty: “Kenyataannya adalah setiap negara memiliki pengalaman di sektor keuangan yang berbeda.” (dewi.astuti@bisnis.co.id)

Advertisements

From → Global neh

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: