Skip to content

geregetan: Yunani meniti buih … 220410

April 22, 2010

Yunani aktifkan mekanisme bantuan
Peningkatan sovereign risk ancam sistem perbankan dan sektor riil

JAKARTA: Yunani mulai membahas pengaktifan paket bantuan 45 miliar euro (US$61 miliar) setelah Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan krisis fiskal berisiko terhadap pinjaman pemerintah.
Pemerintah Yunani akan bergabung dengan mitranya dari kawasan Eropa, IMF, dan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mulai memberlakukan langkah-langkah untuk mencairkan dana yang harus diterima negara itu. Bantuan itu akan dimanfaatkan untuk membiayai defisit anggaran.

Pemerintah perlu mencari dana 10 miliar euro sebelum akhir Mei sehingga pembahasan lonjakan pinjaman sangat mendesak dilakukan. Nilai euro yang merupakan mata uang tunggal kawasan itu turun 6,1% selama tahun ini akibat krisis anggaran Yunani.

“Tidak ada waktu bagi Yunani untuk bersantai sampai Mei, apakah menarik pinjaman dari pasar atau dari mitra,” ujar Menteri Keuangan Yunani George Papaconstantinou di Athena Selasa seperti dikutip Bloomberg. Dia mengatakan perundingan kemungkinan membutuhkan waktu sedikitnya 10 hari.

Yunani kesulitan mendanai defisit anggaran sebesar 12,9% dari produk domestik bruto (PDB), atau empat kali lipat di atas batas maksimal yang ditetapkan UE.

Defisit anggaran di kawasan itu meningkat karena krisis keuangan memaksa pemerintah mengeluarkan dana talangan (bailout) kepada perbankan dan membelanjakan stimulus guna mengatasi resesi.

“Menyusul permintaan dari Pemerintah Yunani, saya setuju mengirim tim IMF ke Athena untuk mulai membahas kebijakan-kebijakan dasar bagi penyediaan dana bantuan berdasarkan multiyear program,” ujar Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn.

Dia menambahkan keputusan Yunani untuk mengaktifkan program bantuan tersebut sejalan dengan perjanjian yang dibuat oleh para pemimpin negara Eropa pekan lalu bahwa dukungan keuangan dari negara anggota euro harus dilakukan bersama dengan keterlibatan dan dukungan keuangan dari IMF.

Jose Vinals, Direktur Departemen Moneter dan Pasar Modal IMF, dalam temu pers, Selasa, mengungkapkan ancaman terbesar terhadap ekonomi global kini berpindah dari sektor swasta ke pemerintah negara-negara maju. Hal itu terpicu oleh aksi pemerintah untuk mengambil alih tidak hanya aset-aset buruk dari institusi swasta, tapi juga meminjam dalam jumlah besar.

IMF memperingatkan meningkatnya risiko yang muncul akibat kegiatan negara (sovereign risk) dapat memukul sistem perbankan dan sektor riil yang memproduksi barang, jasa, dan menciptakan lapangan kerja.

Komisi Uni Eropa memproyeksikan peningkatan defisit anggaran Yunani akan menaikkan pinjaman pemerintah lebih dari 120% dari PDB, melebihi pinjaman Italia.

Bantuan Prancis

Menteri Keuangan Prancis Christine Lagarde menyetujui revisi undang-undang anggaran untuk 2010 yang mengalokasikan dana 6,3 miliar euro (US$8,5 miliar) untuk membantu Yunani. Alokasi pendanaan itu bagian dari komitmen bantuan pendanaan dari negara-negara pengguna euro bagi Yunani sebesar US$30 miliar.

Anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa Axel Weber melarang IMF memengaruhi kebijakan ECB jika lembaga keuangan multilateral itu ikut berpartisipasi dalam penyediaan paket penyelamatan bagi Yunani.

Oleh karena itu, dia mengusulkan agar negosiasi penyediaan bantuan Yunani dengan IMF mengecualikan pembahasan kebijakan moneter. (Nana Oktavia Musliana) (erna.girsang@bisnis.co.id)

Oleh Erna S. U. Girsang
Bisnis Indonesia

Advertisements

From → GREAT depression

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: